RADAR BOGOR - Proses pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB jenjang SMP tahap kedua di Kota Bogor dimulai pada Senin (1/7/2024).
Penyelenggaraan PPDB yang diperuntukan bagi calon peserta didik (CDP) dari jalur zonasi ini, dipantau langsung Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari. Ia bersama jajaran Pemkot Bogor menyambangi dua SMP Negeri, yakni SMPN 5 dan SMPN 1.
Hasilnya, Hery menyebut, penyelenggaraan pendaftaran online PPDB jalur zonasi di hari pertama berjalan lancar.
Kedua pihak sekolah menyebut belum menerima laporan adanya keluhan terkait sistem dan webiste PPDB.
"Insyaallah tidak ada keluhan di sistem kami. Belum ada keluhan. Saya lihat lancar, mungkin karena baru hari pertama. Kalau pun ada akan kami selesaikan,"ujarnya kepada Radar Bogor di SMPN 5 Bogor.
Hery juga menyebut, pelaksanaan Peraturan Wali (Perwali) Kota Bogor baru dalam PPDB juga dilaksanakan dengan baik.
Ia mengklaim aturan-aturan baru dalam Perwali tersebut memudahkan para kepala sekolah dalam menggelar PPDB.
Sebab, proses verifikasi dokumen persyaratan dan kependudukan telah dilakukan lebih awal oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
Hery pun menyatakan, PPDB jalur zonasi tahun ini akan terhindar dari praktek pindah KK. Sebab terdapat aturan PPDB yang tidak membolehkan calon peserta didik baru berstatus famili lain untuk ikut dalam seleksi.
"Semua sudah terverifikasi oleh Disdukcapil, sudah tidak ada famili lain. Tidak ada juga yang pindah KK sebelum 1 tahun. Pendaftar yang diindikasi perlu verifikasi faktual sudah disortir sejak jauh-jauh hari di Disdukcapil," jelasnya.
Menurut dia, persoalan utama yang terdapat dalam PPDB ialah proses verifikasi. Sebab terdapat keragu-raguan akuntabilitas pada proses seleksi dan verifikasi.
Oleh karena itu, aturan baru yang diterapkan menurutnya membuat PPDB lebih fair dan terseleksi dengan baik.
Ia berharap verifikasi yang dilakukan dalam PPDB tahun ini dapat membuat masyarakat bisa menerima hasil yang terdapat dalam PPDB.
Bagi pendaftar yang mengalami kendala dalam pendaftaran, Hery menyarankan kepada para orang tua untuk menghubungi help desk di Dinas Pendidikan atau di Sekolah.
"Tadi sempat ada orang tua yang sudah mendatangi help desk. Ternyata di sistemnya tidak terinput pilihan kedua. Akhirnya dikoreksi dilihat pada sistem alhamdulillah lancar," terang Hery. (fat)
Editor : Yosep Awaludin