RADAR BOGOR - Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu menyebut, ada 756 bencana yang terjadi wilayah Kabupaten Bogor pada smester pertama di tahun 2024 ini, tepatnya dalam kurun waktu Januari hingga Juni kemarin.
Melihat data bencana di Kabupaten Bogor itu, Pj Bupati mengatakan, bahwa lebih dari setengah penduduk Kabupaten Bogor berada dalam kategori rawan bencana.
“Sebanyak 2,5 juta dari 5,7 juta jumlah penduduk Kabupaten Bogor ini masuk kedalam kategori rawan bencana,” tegas Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu.
Oleh karena itu, Pj Bupati menyampaikan kepada seluruh pihak untuk selalu berwaspada, dan siap siaga dalam menangani bencana.
“Kita harus terus menerus mengupgrade memenuhi ruang ruang kosong dan memperbaiki apa yang harus diperbaiki, serta menyegerakan apa yang belum kita selesaikan,” kata Asmawa (2/7/2024).
Sementara untuk upaya yang akan dilakukan oleh Pemkab Bogor dalam menanggulangi bencana, Asmawa telah membentuk 40 Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana).
“Oleh karenanya, gerakan kencana ini hadir sebagai langkah konkrit dari pemerintah atau kita bersama dalam rangka memperkuat upaya mitigasi penanggulangan bencana di tingkat wilayah khususnya kecamatan,” bebernya.
Asmawa juga mengintruksikan kepada seluruh Camat unruk menjadi komando kades, dan instansi lainnya, dalam melakukan mitigasi dan penanggulangan bencana di wilayah masing masing.
“Dibawah koordinasi camat, seluruh elemen masyrakat yang ada di wilayah dapat lebih bersinergi lagi untuk menjadikan kecamatan sebagai garda terdepan dalam rangka melindungi masyrakat dari ancaman bencana,” tegasnya.
Guna melegalkan gerakan Kencana tersebut, Pemkab Bogor, bersama dengan BPBD menggelar kegiatan deklarasi kecamatan tangguh bencana yang diselenggarakan pada, Selasa (2/7/2024) di gedung Auditorium Sekertaris Daerah.
“Diharapkan ini akan menjadi sebuah pemicu semangat bersama dalam rangka meningkatkan kewaspadaan kita semua dan kesiap siagaaan dalam menanggulangi bencana itu sendiri,” harap Asmawa usai deklarasi gerakan Kencana.
Tidak hanya gerakan Kencana, dalam kegiatan tersebut, Pemkab Bogor melalui BPBD juga meluncurkan buku saku kebencanaan, yang akan menjadi panduan dasar masyarakat ketika terjadi bencana di wilayah masing-masing.
“Kami mengupayakan sebuah buku saku siaga bencana, yang bisa dipergunakan oleh seluruh warga masyrakat untuk memitigasi bencana,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor Ade Hasrat.
Ade juga mengatakan, bahwa Kabupaten Bogor memiliki potensi bencana yang cukup tinggi.
“Semua pihak harus waspada, dalam rangka menjaga kenyamanan dan keamanan masyrakat Kabupaten Bogor,” tungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga