RADAR BOGOR - Direktur Operasional Perumda Pasar Pakuan Jaya Abdul Haris Maraden memastikan, mencari solusi untuk pedagang yang lapaknya terbakar di Pasar Induk TU Kemang Kota Bogor.
Saat ini, kata dia, mereka sedang mendata pedagang berserta kerugian yang dialami, akibat kebakaran Pasar Induk TU Kemang Kota Bogor.
"Soal penyelidikan kita serahkan ke aparat berwajib, baik penyebab dan apakah Pasar Induk TU kemang Kota bogor ini bisa digunakan kembali atau tidak," katanya kepada Radar Bogor, Selasa (2/7/2024).
Ia menjelaskan dari data mereka miliki, ada sekitar 130 lapak yang berada di blok C-16 dan C-17.
Namun hanya 84 lapak yang terisi kemudian habis terbakar.
Tapi, lanjut dia, ada beberapa prioritas ke depan nantinya yang akan direlokasi.
"Kita gak mungkin pindahin jauh karena pasti akan kehilangan pelanggannya jadi akan dicarikan solusi relokasi di sekitar sini," jelasnya.
Tetapi, dia belum bisa berdialog langsung dengan pedagang yang terimbas, sebab masih trauma dengan kejadian kemarin.
Rencananya, beberapa hari kedepan, setelah kondisi pedagang pulih, ia akan bertemu untuk mencari jalan keluar.
Namun menurutnya, bila memungkinkan tidak perlu relokasi. Tempat ini akan digunakan semula selama telah diperiksa keamanannya.
"Lalu untuk kerugian dari analisa kami secara kasar keseluruhan mungkin bisa sampai 2-3 miliar rupiah. Ini termasuk kerugian pedagang dan bangunan," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia memastikan terbakarnya tempat ini tak mengganggu aktivitas distribusi sayur ke pasar-pasar. Sebab ini hanya 2 blok dari 26 blok yang beroperasi.
"Sayur di tempat ini memang kebutuhan publik sehingga saat api sudah dikendalikan aktivitas niaga berjalan seperti biasanya," bebernya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga