Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cerita Pedagang Pasar Induk Kemang Kota Bogor Saat Kebakaran, Lari Selamatkan Diri dan Semua Harta Benda Terbakar Habis

Fikri Rahmat Utama • Selasa, 2 Juli 2024 | 16:47 WIB
Beberapa pedagang bumbu dapur memunguti dagangannya yang masih bisa dijual Kembali pasca kebakaran Pasar Induk Kemang, Kota Bogor.
Beberapa pedagang bumbu dapur memunguti dagangannya yang masih bisa dijual Kembali pasca kebakaran Pasar Induk Kemang, Kota Bogor.

RADAR BOGOR, Kebakaran hebat yang melanda Pasar Induk Kemang menyisakan luka mendalam bagi para pedagang. Tak hanya barang dagangannya ludes, para pedagang yang tinggal di dalam harus rela kehilangan seluruh harta bendanya.

Sehari setelah kejadian kebakaran, Lasmi bersama anaknya mengais-ngais di runtuhan kios Pasar Induk Kemang, Kota Bogor.

Dia bermaksud mencari barang berharga yang bisa diselamatkan terutama dokumen berharga miliknya. Dokumen itu berada di kios miliknya saat kebakaran Pasar Induk Kemang.

Ini sudah menjadi kebiasaannya, sebab selain dijadikan tempat berjualan, kios ini juga jadi tempatnya beristirahat.

"Saya jualan makanan dan minuman di sini. Serta ada juga cabai giling," katanya kepada Radar Bogor, Selasa (2/7/2024).

Saat kejadian kebakarang Pasar Induk Kemang, Lasmi sedang mempersiapkan pesanan catering.

Di tengah-tengah kesibukannya itu, api ternyata sudah mulai membesar namun awalnya tidak menyadari kebakaran itu.

"Orang yang parkir di sini teriak 'kebakaran-kebaran' saya gak sadar karena ini bangunan permanen jadi asap gak kelihatan. Setelah dipanggil keluar saya cuma lari selamatkan diri dan anak," kata perempuan asal Kayumanis ini.

Sambil menyembunyikan kesedihannya. Lasmi bercerita warung ini telah ia tempati sejak 2003 silam. Ini adalah satu-satunya mata pencahariannya untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Kini ia kebingungan akan nasib kedepannya. Menurutnya bila tak bisa melanjutkan usaha maka masa depan anaknya akan terkendala.

"Saya tidak tahu harus apa tapi intinya saya tetap harus lanjut usaha karena ini untuk masa depan anak saya," ungkapnya.

Serupa dengan Lasmi, Iba (48) mengaku hanya bisa meratapi nasibnya. Kehilangan kios soto miliknya sama saja kehilangan tempat tinggalnya.

Iba tak hanya berjualan namun tinggal menetap di kios tersebut. Sehingga barang-barangnya habis termasuk uang tabungan miliknya dan anaknya.

"Di sini saya juga tinggal jadi barang-barang pribadi maupun untuk dagangan dan tabungan sekitar 35 jutaan itu habis," ujarnya.

Kini dirinya harus tinggal menumpang di rumah kerabat. Ia mengaku kebingungan harus apa nanti sebab semua modal yang dimiliki habis terbakar.

"Saya punya 6 motor tapi hanya 4 yang bisa diselamatkan itu pun karena di luar sedangkan dua lagi dekat api tidak bisa diselamatkan," katanya.

Kedua pedagang pasar ini mengaku tak bisa memastikan berapa jumlah kerugian mereka.

Namun diperkirakan mereka rugi hingga ratusan juta atas musibah kebakaran ini.

Adapun Direktur Operasional Perumda Pasar Pakuan Jaya Abdul Haris Maraden memastikan akan mencari solusi untuk pedagang yang lapaknya terbakar di Pasar Induk TU Kemang.

Saat ini mereka sedang jalan mendata pedagang berserta kerugian yang dialami.

Prioritasnya yaitu melakukan relokasi sementara pedagang yang terdampak.

Mulai dari warung makan-minum dan los sayur-sayuran tanpa menggangu aktivitas pasar.

"Kita gak mungkin pindahin jauh karena pasti akan kehilangan pelanggannya jadi akan dicarikan solusi relokasi di sekitar sini," jelasnya. (rp1)

Editor : Alpin.
#pasar induk kemang #pedagang #kebakaran