RADAR BOGOR, Program Rencana Aksi Nasional Peningkatan Kesejahteraan Anak Usia Sekolah dan Remaja (RAN Pijar) Kota Bogor resmi kick off.
Program yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) ini diluncurkan di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Kamis (4/7/2024).
Sekretaris Kota Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan apresiasinya terhadap PMK yang menunjuk Kota Bogor sebagai pilot projek RSN Pijar. Program ini diharapkan bisa berdampak positif terhadap remaja.
"Kota bogor ada 15 persen yang termasuk anak-anak remaja. Ini yang perlu kita jaga juga. Hasil survei dan aspek di RAN Pijar ada tiga hal yang diperhatikan yaitu, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan," katanya.
Segi kesehatan, rata-rata anak sekolah tidak makan kalaupun jajan, jajannya cilok, cireng, dan seblak. Sehingga beberapa anak remaja akan diajari menjadi duta kesehatan, pendidikan, ataupun kesejahteraan.
"Nanti anak anak ini yang akan menularkan kepada anak-anak yang lainnya. Karena kalo misalkan dengan kita ada perbedaan intonasi kita biasa di milenial mereka gen Z ada gap komunikasi," ungkapnya.
Ia berharap lewat duta-duta remaja yang berjumlah 40 anak ini program RAN Pijar akan tersampaikan dengan baik ke anak-anak remaja. Saat ini juga disiapkan bantuan bimbingan agar sosialisasi bisa berjalan maksimal.
"Nanti diharapkan di kota bogor sangat bermanfaat program ini untuk perkembangan remaja," harapnya.
Asisten Deputi Ketahanan Gizi dan Promosi Kesehatan Kemenko PMK, Jelsi Natalia Marampa mengatakan RAN Pijar ini adalah implementasi dari Permenko PMK Nomor 1 tahun 2022. Untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan anak usai sekolah dan usia remaja.
"Anak usia sekolah atau remaja tentu menjadi harapan bangsa kedepan. Jumlahnya ada sekitar 74 juta dan tentu perlu dilakukan penguatan untuk mereka sebagai penerus bangsa," ungkapnya.
Dalam program ini dilakukan inovatif workshop, implementasi nyata, kampanye digital dan juga pendampingan kepada anak-anak sekolah usia remaja.
Bogor sendiri merupakan kota ke lima yang dijadikan lokasi dengan pendampingan khusus oleh PMK bersama Kemendikbud, Kemenkes dan beberapa kementerian lain didukung oleh mitra-mitra.
"Sebenarnya pogram peningkatan kesejahteraan usia sekolah remaja ini banyak. Secara nasional itu didukung oleh 19 kementerian/ lembaga lewat program sekolah sehat. Ini menyangkut banyak hal, sekarang disatukan program itu lewat aksi nyata yang disebut peningkatan kesejahteraan anak usia sekolah dan remaja," jelasnya.
Kedepannya, ia menuturkan pemerintah akan terus mempersiapkan berbagai aspek untuk kesejahteraan remaja. Baik kesehatan gizi, keterampilan, hubungan dengan keuangan, dan lingkungan sekolah.
"Para remaja harus dipastikan merasa nyaman dengan semua aspek karena menjadi calon pemimpin bangsa kedepan. Kita ini dalam beberapa tahun kedepan itu akan memberi tongkat estafet kepada mereka," katanya.(rp1)
Editor : Alpin.