RADAR BOGOR, Polsek Bogor Selatan, belum menemukan dampak dari tingginya pemain game online terlarang di wilayahnya terhadap kasus kriminalitas.
Hal ini disampaikan Kanit Reskrim Polsek Bogor Selatan, Iptu Catoer Kurniawan yang menyebut angka kriminalitas cenderung kondusif.
"Kalau secara kriminalitas masih dinilai kondusif," katanya kepada Radar Bogor, Jumat (5/7/2024).
Dia menjelaskan, belum mengetahui alasan tingginya kasus game online terlarang di Kecamatan Bogor Selatan.
Sebab, data kasus dimiliki pemerintah pusat, sehingga pihaknya belum bisa melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Data pemain game online terlarang ini di Bogor Selatan pastinya kalau diberikan maka ke Pemkot dan Polres bukan ke kami," jelasnya.
Namun demikian, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk mengindari bermain game online terlarang. Para bhabinkamtibmas akan turun untuk memberikan arahan langsung ke masyarakat.
"Kami mengedepankan peran Bhabinkamtibmas yang lebih bersentuhan dengan masyarakat memberikan arahan saat sambang," ungkapnya.
Lebih jauh, Catoer menyebut saat ini angka rerata kriminalitas di Bogor Selatan yaitu 8 kasus setia bulan. "Kasusnya itu penipuan, penggelapan, aniaya, dan pencurian," ujarnya.
Sementara itu, Camat Bogor Selatan, Irman Khaeruddin mengatakan salah satu upaya mengurangi pemain game online terlarang yaitu sosialisasi.
Di antaranya lewat spanduk yang tersebar di 16 kelurahan dan puluhan flyer yang disebar di media sosial.
"Ini tidak lanjut rakor terkait kondisi kasus game online terlarang itu. Ini bersama jajaran forkopimcam dan organisasi masyarakat maupun kepemudaan semua ikut mengedukasi," katanya.
Setiap organisasi maupun perangkat pemerintahan akan memberi edukasi dan pemahaman. Sesuai dengan peran dan tupoksinya masing-masing.
"Salah satu contohnya yautu penyampaian edukasi bahaya game online terlarang lewat spanduk dan flyer," bebernya. (rp1)
Editor : Alpin.