RADAR BOGOR, Setelah beroperasi di Kota Bogor selama 3 bulan, masa uji coba Angkot Listrik Bogor (Alibo) akhirnya selesai. Operasional moda transportasi Alibo ini pun diberhentikan untuk sementara.
Pemerintah Kota Bogor bakal menggelar evaluasi pelaksanaan Alibo selama masa uji coba, sebelum akhirnya menentukan apakah program ini dilanjutkan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Marse Hendra Saputra menjelaskan, evaluasi Alibo ini bersifat komprehensif.
Mulai dari ketahanan dan kekuatan daya batu baterai yang dipakai dalam Alibo, skema pemberhentian, pola pembayaran, pembiayaan, pola operasional dan operatornya.
"Evaluasi ini sebenernya tidak ada batasan karena memang bukan dalam bentuk kegiatan. Jadi tidak ada batasan waktunya. Kita lihat mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kita bahas bersama dengan Perumda Trans Pakuan (PTP) dan Organda," ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat (5/7/2024).
Namun secara garis besar, kata dia, Dishub Kota Bogor mencatat Alibo telah memenuhi sejumlah capaian yang diinginkan Pemkot Bogor.
Misalnya berkaitan dengan emisi karbon yang mencapai hasil sangat baik. Sebab moda transportasi ini ternyata tidak menghasilkan gas buang karbon. Begitu pun dengan daya tahan baterai yang dianggap telah baik.
Sementara itu dari sisi kebutuhan (demand), Marse menganggap aspek ini tergantung pada rute yang ditetapkan. Sehingga dapat lebih disesuaikan ke depannya.
"Mungkin saja kemarin ini perpindahannya bukan titik kumpul keramaian ke titik kumpul lain. Misalnya dari stasiun ke pasar atau Suryakencana. Nanti kami coba bahas kalau berkaitan dengan itu perpindahan titik ke titik," tuturnya.
Untuk sisi pembiayaan pihaknya belum mendapatkan laporan. Marse mengatakan kajian mengenai hal itu dipegang oleh PTP dan Organda.
Marse belum mengetahui kebutuhan biaya yang perlu dikeluarkan untuk pengoperasian Alibo.
Menurutnya apabila biaya operasi Alibo dititik beratkan pada APBD Kota Bogor untuk saat ini belum memungkinkan.
Pihaknya perlu meninjau kembali kekuatan keuangan daerah sebelum angkutan mobil listrik itu benar-benar dijalankan.
Terlebih beberapa tahun ke depan Kota Bogor mesti menyiapkan Rp50 miliar untuk pengelolaan moda Biskita Transpakuan yang akan tidak menerima subsidi lagi dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).
"Artinya kemungkinan ke depannya mungkin saja (program Alibo) ada lagi. Tapi kalau melalui pembiayaan APBD untuk saat ini belum memungkinkan.
Tapi kalau pribadi atau mandiri maupun badan hukum mungkin saja. Ini yang kita coba diskusikan bersama Organda dan badan hukum," ujar Marse.
Ia pun menyebut pihaknya juga akan negoisasasi dan pendekatan dengan vendor lain yang dianggapnya bisa memberikan kemudahan bagi para pegiat angkot yang ingin beralih menjadi angkot listrik.(fat)
Editor : Alpin.