RADAR BOGOR, Berakhirnya masa uji coba membuat 5 armada Angkot Listrik Bogor (Alibo) disetop operasionalnya untuk sementara waktu.
Keputusan kelanjutan program Alibo ini baru akan ditentukan setelah Pemerintah Kota Bogor merampungkan tahap evaluasi pasca pelaksanaan uji coba.
Pengamat Transportasi dan Tata Kota, Yayat Supriatna berpendapat Alibo merupakan program yang patut diperjuangkan keberlanjutannya oleh Pemkot Bogor.
Menurutnya sistem yang diterapkan pada Alibo sudah berjalan baik dan sesuai kebutuhan Kota Bogor.
Seperti yang diketahui sistem operasional Alibo tak seperti angkot konvensional. Moda ini hanya berhenti pada titik yang telah ditentukan.
Sehingga penumpang tidak perlu menunggu lama karena perilaku ngetem yang biasa dilakukan sopir pada angkot konvensional.
"Sistemnya sudah baik, cuma sosialisasinya kurang. Kalau soal sepi itu bisa dievaluasi nanti bisa diubah rutenya sehingga menjadi feeder untuk stasiun atau Alun-alun. Kemudian kalau waktu tunggu yang terlalu lama itu karena armada yang masih kurang dalam uji coba," terang dia.
Namun tantangan berat menanti Pemkot Bogor apabila memutuskan untuk melanjutkan Alibo.
Program Alibo ini berpotensi membuat APBD Kota Bogor semakin berat karena adanya kebutuhan biaya operasional.
Memandang kondisi ini, Yayat menilai Pemkot Bogor mesti lebih kreatif. Ia menyebut Program Alibo semestinya dikerja samakan dengan pihak swasta.
"Kalau mengandalkan APBD pasti berat, coba diswastakan operatornya. Kasih dia izin-izin kemudahan dalam investasi, iklan, pengelolaan halte, atau terminal, itu banyak yang bisa dikembangkan," tuturnya.
Ia pun mendorong Pemkot untuk membentuk pengelola Alibo secara khusus sehingga dapat bekerja menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak supaya dapat menjalankan program itu secara mandiri.
"Orang di Pemkot harus Birokrasi Rntrepreneur (Biroprenerur) atau cari orang yang mau jadi CEO kemudian bisa bergerak lincah kemana-mana. Intruksikan dia kelola dan cari kerja sama," saran Yayat.(fat)
Editor : Alpin.