RADAR BOGOR - Mahasiswa IPB University yang terdiri dari Evelyn Egidia Sitopu, Wisnu Al Hussaeni, Mayla Hijrah Purwakasih, Hemas Aulia Fazzahra, dan Nanda Duha di bawah bimbingan Dr. Dra. Dewi Sartiami, M.Si berhasil menciptakan Fucco.
Fucco adalah bioplastik pelindung buah yang terbuah dari bahan utama pati dan klobot jagung serta dilengkapi dengan ekstrak serai wangi sebagai repellent (penolak) lalat buah.
Buah-buahan merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan.
Namun, dalam pengembangannya masih memiliki banyak kendala, salah satunya adalah serangan hama lalat buah.
Hama lalat buah ini sangat merugikan bagi sektor pertanian seperti munculnya bercak hitam, kerusakan pada buah, pembusukan, bahkan menyebabkan gagal panen.
Saat ini, solusi yang digunakan petani untuk menghindari lalat buah adalah dengan teknik pengantongan.
Namun, kebanyakan kantung pelindung buah yang digunakan terbuat dari bahan plastik dari HDPE (High Density Polyethylene) dan LDPE (Low Density Polyethylene) yang tidak ramah lingkungan.
Maka dari itu, adanya Fucco membantu mengatasi permasalahan tersebut dengan menawarkan inovasi kantung buah biodegradable yang terbuat dari pati dan klobot jagung dengan ekstrak serai wangi sebagai repellent.
Keunggulan penggunaan serai wangi adalah bahan alami yang mudah terurai di alam, mudah didapatkan, dapat digunakan sebagai insektisida nabati dan tidak menimbulkan efek yang merugikan (Erik et al., 2016).
Tanaman serai wangi merupakan salah satu tanaman rempah penghasil minyak atsiri yang terdiri atas citronella, geraniol, dan citronelol yang berperan sebagai bahan insektisida bersifat repellent yang aromanya tidak disukai serangga (Pongsapan et al., 2021).
Fucco sebagai bioplastik menawarkan berbagai kelebihan. Fucco dirancang untuk memberikan perlindungan efektif terhadap buah, mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh hama lalat buah, dan berpotensi mengurangi penggunaan pestisida.
Selain kemampuannya dalam melindungi buah, Fucco juga memiliki sifat biodegradable, yang berarti dapat terdegradasi secara alami dalam waktu 3-4 bulan.
Hal ini menjadikannya pilihan yang ramah lingkungan dibandingkan dengan plastik konvensional, yang seringkali mencemari lingkungan karena tidak mudah terurai.
Fucco tidak hanya membantu petani dalam menjaga hasil panen mereka, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan limbah plastik, mendukung keberlanjutan lingkungan.
Dengan kemampuannya yang efisien dalam daur ulang dan penyerapan kembali ke alam, Fucco merupakan inovasi penting dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau dan bersih.
Produk Fucco diharapkan dapat menjadi solusi mengatasi permasalah pertanian khususnya serangan hama lalat buah dan membantu menjaga keberlanjutan lingkungan. (***)
Editor : Yosep Awaludin