Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Buat Warga Bogor yang Sedang Menanti Momongan, Ini Faktor-faktor yang Menentukan Jenis Kelamin Bayi

Yosep Awaludin • Minggu, 7 Juli 2024 | 09:12 WIB
Ilustrasi ibu hamil
Ilustrasi ibu hamil

RADAR BOGOR - Anda mungkin sering mendengar ada beberapa faktor yang menentukan jenis kelamin bayi, seperti posisi berhubungan badan suami istri, usia pasangan, dan makanan tertentu.

Berikut beberapa faktor diyakini dapat menentukan jenis kelamin bayi :

1. Usia pasangan

Diduga, jenis kelamin bayi dipengaruhi oleh usia pasangan saat terjadi proses pembuahan. Semakin tua pasangan, terutama pria, makin besar kemungkinannya untuk memiliki anak perempuan.

Ini diduga disebabkan oleh perubahan kadar hormon pada pria yang terjadi seiring pertambahan usia, yang dapat meningkatkan kemungkinan sperma pembawa kromosom X untuk membuahi sel telur.

Janin yang dibuahi oleh sperma pembawa kromosom X adalah perempuan. Meskipun ada alasan yang cukup kuat, usia pasangan masih perlu diteliti lebih lanjut untuk menentukan jenis kelamin bayi.

2. Durasi hubungan badan suami istri

Diduga bahwa waktu berhubungan badan juga dapat menentukan jenis kelamin bayi. Hal ini didasarkan pada teori Shettles, yang menyatakan bahwa sperma kromosom X lebih kuat daripada sperma kromosom Y, yang lebih mudah mati.

Metode Shettles mengatakan bahwa jika ingin memiliki anak laki-laki, hubungan badan harus dilakukan tepat pada masa subur, sementara jika ingin memiliki anak perempuan, hubungan harus dilakukan 2 hingga 4 hari sebelum ovulasi.

Walaupun metode Shettles terlihat menjanjikan, hingga saat ini tidak ada bukti yang cukup untuk memvalidasi klaimnya. Menurut beberapa studi, tidak ada perbedaan dalam kecepatan sperma pembawa kromosom X atau kromosom Y menuju sel telur.

3. Posisi berhubungan badan

Posisi saat berhubungan badan  dianggap sebagai faktor berikutnya yang menentukan jenis kelamin bayi. Seseorang mengatakan bahwa posisi misionaris dapat meningkatkan kemungkinan hamil bayi perempuan.

Di sisi lain, posisi penetrasi dari belakang, juga dikenal sebagai gaya sapi, dianggap dapat membuat wanita hamil bayi laki-laki.

Meskipun posisi bercinta dapat membantu wanita hamil lebih cepat, gagasan bahwa posisi bercinta dapat memengaruhi jenis kelamin bayi hanyalah mitos.

4. Makanan

Diperkirakan bahwa wanita yang mengonsumsi makanan yang mengandung banyak kalium dan kalori memiliki kemungkinan lebih besar untuk melahirkan bayi laki-laki.

Makanan yang asam, di sisi lain, dianggap dapat meningkatkan kemungkinan wanita mengandung bayi perempuan.

Namun, asupan makanan tertentu sebagai penentu jenis kelamin bayi hanyalah mitos, dan tidak ada bukti ilmiah yang mendukungnya.

Sebenarnya, pasangan yang sedang merencanakan kehamilan harus mengonsumsi makanan yang menyuburkan kandungan, seperti buah-buahan, sayuran, dan ikan.

Wanita yang mengalami stres atau berada di bawah tekanan juga memiliki kemungkinan lebih besar untuk hamil anak perempuan, seperti yang disebutkan di atas.

Namun, penelitian lebih lanjut harus dilakukan tentang hubungan antara tingkat stres wanita dan dampaknya terhadap jenis kelamin bayi.

Terlepas dari jenis kelaminnya, buah hati Anda layak mendapatkan perhatian dan perawatan terbaik selama kehamilan dan setelah lahir.

Namun, Anda dan pasangan mungkin ingin meningkatkan kemungkinan memiliki anak dengan jenis kelamin yang diinginkan.

Sejauh ini, satu metode yang sudah terbukti berhasil menentukan jenis kelamin anak adalah metode bayi tabung. Namun, metode ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan memerlukan persiapan fisik dan mental khusus.

Oleh karena itu, Anda dan pasangan dapat berkonsultasi dengan dokter jika memang ingin mencoba teknik bayi tabung untuk menentukan jenis kelamin buah hati.

Anda juga dapat bertanya tentang kebenaran faktor penentu jenis kelamin yang sesuai dengan kondisi Anda dan pasangan. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#kelamin #bogor #bayi