RADAR BOGOR - Kebun warga terlihat hijau. Menghampar luas. Menyejukkan mata. Ada beragam tanaman di sana. Mulai dari singkong, jagung juga pisang.
Hamparan kebun itu berada di perbatasan Desa Kemang dan Parakan Jaya, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Terbelah oleh jalan beton berukuran sekitar 4 meter.
Nama kampungnya sama, kampung Parakan Salak. Sebagian masuk Desa Parakan Jaya, sebagian lagi masuk Desa Kemang. Daerah disekitar tersebut direncanakan menjadi lokasi pembangunan Junction Salabenda.
Minggu (7/7/2024) siang, Radar Bogor bertemu dengan Toro. Ia warga setempat. Siang itu pria mengenakan kaos merah itu sedang beristirahat di kebun garapan miliknya.
Sembari menghisap sigaret kretek, ia menceritakan perihal lahan milik keluarganya yang masuk dalam daftar ganti rugi proyek Junction Salabenda.
"Kebetulan rumah kakak saya terkena. Ada 120 meter," katanya kepada Radar Bogor Minggu (7/7/2024) siang.
Kepada Radar Bogor, Toro memaparkan, bidang tanah yang terdampak paling banyak bangunan rumah. Untuk kebun atau sawah hanya beberapa bidang.
"Kalau pastinya berapa bidang kurang begitu hafal. Tapi yang jelas patokannya dari lapangan bola itu," kata Toro sembari menunjuk lokasi lapangan bola yang terhalang tiga bangunan rumah dari kebunnya itu.
Toro mengaku, warga yang terdampak di wilayah itu sepakat melepas tanah mereka untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) itu. Kata dia, warga tak mau pusing hingga berurusan dengan pengadilan. "Mau gak mau, daripada nanti murah, mending ikut saja," tuturnya.
Saat ini kata dia surat-surat tanah sudah berada di BPN. Warga yang terdampak tinggal menunggu harganya. Nanti kalau warga sepakat tinggal tanda tangan. "Sudah di BPN semua suratnya, tinggal nunggu saja ini," tukasnya. (all)
Editor : Yosep Awaludin