RADAR BOGOR - Konflik agraria kembali terjadi di Bogor. Kali ini di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Intimidasi, kekerasan masih mewarnai perselisihan tanah di sana.
Para petani karet di Desa Wirajaya, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor misalnya. Mereka menjadi korban dugaan penyerobotan lahan. Mata pencahariannya terancam hilang.
"Ini satu satunya matapencaharian mereka. Sudah turun temurun," kata Ketua Pembela Petani Jasinga, Ahmad Sobari Kepasa radar Bogor Senin (8/7/2024).
Untuk itu ia meminta Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turun tangan untuk menangani kasus dugaan penyerobotan tanah garapan perkebunan karet di desa mereka.
"Kami minta Menteri AHY turun tangan, warga butuh uluran tangan besi untuk menyelesaikan dugaan mafia tanah garapan ini," tuturnya.
Pria yang juga merupakan Ketua BEM Se-Bogor itu mengatakan, ada 16 petani karet di Desa wirajaya, Kecamatan Jasinga yang mengelola kebun karet tidak bisa berbuat apa-apa ketika lahannya diklaim oleh salah satu PT di sana. "Total lahan 16 petani yang diduga diserobot itu ada 50 hektare," paparnya.
Petani Diduga DiIntimidasi
Sejatinya, dugaan penyerobotan lahan petani di Jasinga bukan saja terjadi di Desa Wirajaya. Namun juga terjadi hampir di semua desa di Jasinga.
Ahmad mengakui ada 9 desa. Namun, sebagian petani, kata dia ketakutan. Diduga mendapatkan intimidasi.
"Ada 9 desa, satu desa yang saat ini masih terus melawan memperjuangkan haknya," katanya kepada Radar Bogor.
Penyerobotan tanah garapan karet dilakukan di 9 desa, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor itu di antaranya di Blok Cimapag dan Blok Citalahab Narambang, Desa Wirajaya, Kecamatan Jasinga.
Lahan tersebut dijual kepada yayasan milik purnawirawan dan telah mulai diratakan untuk proyek yang belum jelas diketahui warga. "Kami sempat mencoba melakukan perlawanan dengan menghadang alat berat," tuturnya. (all)
Editor : Yosep Awaludin