RADAR BOGOR - Seorang wanita bernama Dewi Rahmawati di Bogor diduga menjadi korban penyalahgunaan data oleh seorang HRD Perusahaan bekas tempatnya melamar kerja.
Kejadian itu dibagikan Dewi di akun media sosial X-nya @deeewrahmawati pada Sabtu (6/7/2024). Ia mengetahui penyalahgunaan data tersebut ketika dirinya ingin mendapatkan promo belanja dari Aplikasi Wondr (layanan mobile banking BNI).
Ketika Dewi sudah masuk ke akun Wondr ia dikejutkan dengan adanya akun BNI atas nama dirinya. Di akun tersebut juga terdapat saldo sebesar Rp21.680 serta riwayat penggunaan transfer dan tarik tunai.
"Transaksi pertama di tanggal (7/4/2024) dari PT SDT sebesar Rp1.940.000 dan tanggal (8/4/2024) pukul 21.00 WIB uang tersebut ditransfer ke trf/topup/pay sebesar Rp1.9 juta. Lalu transaksi kedua di tanggal (6/5/2024) pukul 14.07 WIB ditransfer dari PT SDT juga sebesar Rp1.940.000 dan ditranfer ke trf/topup/pay sebesar Rp1.9 juta di jam 22.12 WIB," cuitnya.
Ia juga mencatat ada transaksi lain dari PT SDT Rp760 ribu di tanggal 16 Mei 2024 dan Fliptech pada 17 Mei 2024 sebesar Rp3.5 juta.
Kemudian pada 17 Mei 2024 malam terdapat transakai penarikan uang di ATM Pasar Pucung sebesar Rp50 ribu dan transfer ke trf/topup/pay sebesar Rp4.230.000.
"Di tanggal 25 Mei 2024 ada transfer masuk dari PT SDT sebesar Rp427.500. Lalu pada 25 Mei 2024 juga ada uang keluar untuk transfer ke trf/topup/ pay sebesar Rp400 ribu. Pada 26 Mei 2024 ada uang masuk dari Fliptech sebesar Rp1 juta dan di jam 20.42 WIB uang tersebut di tarik tunai sebesar Rp1 juta di ATM SPBU Pondok Rajeg," terangnya.
Transaksi terakhir di akun tersebut terjadi di tanggal 9 Juni 2024 terdapat transfer dari PT SDT sebesar Rp459.677 dan ditarik secara tunai hanya di ATM sebesar Rp400 ribu.
Dewi pun melaporkan hal itu ada pihak BNI. Ia menghubungi customer service dan mendatangi kantor cabang Bank tersebut pada Jumat (5/7/2024).
"Teller menjelaskan bahwa ditanggal 14 Maret 2024 ada satu perusahaan yang memasukan data saya untuk dibuatkan ATM BNI. Pihak BNI langsung investigasi karena ini kasus yang sangat aneh, akun bank berhasil di-acc tanpa sepengetahuan yang punya nama," terang Dewi.
Setelah itu Dewi dihubungi oleh seseorang yang mengaku HRD dari sebuah perusahaan di Kota Bogor. Dewi diajak bertemu oleh orang tersebut karena ingin meminta maaf dan mendorong dirinya agar kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan.
"Perusahaan ini dekat rumah saya. Memang saya beberapa kali melamar kerja di sana tapi tidak pernah diterima. Tapi bisa-bisanya dibikinin ATM atas namaku sama HRD-nya," keluh dia.
Dewi telah berupaya melaporkan dugaab penyalahgunaan data pribadi itu pada Polresta Bogor Kota. Namun dirinya diminta untuk meminta data lebih lengkap ke pihak bank terlebih dahulu.
Setelah proses itu selesai Dewi berencana akan kembali melaporkan kejadian ini pada pihak kepolisian. (fat)
Editor : Yosep Awaludin