RADAR BOGOR, Pembangunan jalan Tol BORR bakal dilanjutkan, yakni untuk seksi IIIB. Seksi IIIB ini direncanakan membentang sepanjang 2,5 kilometer, mulai dari Simpang Semplak hingga Junction Salabenda.
Proyek lanjutan Tol BORR itu masih sepi, dan belum ada tanda-tanda dimulai pembanguan atau pembebasan lahan.
Yang ada, baru ekseskusi lahan di simpang Jalan Raya Salabenda untuk melanjutkan sisa proyek seksi IIIA, yang sekarang masih berjalan.
Betonisasi jalan di lokasi yang dieksekusi Jumat minggu lalu. Rekayasa lalulintas masih dilakukan di depan lahan yang dieksekusi tersebut.
Alasan belum berjalannya proyek lanjutan tol BORR seksi IIIB ini bisa jadi karena belum rampungnya pembebasan lahan.
Seperti lahan di Kampung Parakan Salak, Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, hingga kini belum ada pembayaran pembebasan lahan.
Soal ganti untung lahan yang terkena pembabasan untuk pembangunan Tol BORR sesi IIIB masih menggantung.
Di Kampung Parakan Salak, ada 20 bidang yang bakal mendapatkan ganti untung Tol BORR.
20 bidang lahan itu terdiri dari perkebunan, sawah, bangunan rumah dan Gudang, yang sampai sekarang belum ada kejelasan berapa tanah warga bakal dibayar.
Pertemuan pembahasan ganti untung baru sekali dilakukan pemerintah pada Juni 2024 lalu.
Seperti diakui Ketua RT setempat, Nacib yang juga menjadi saksi pertemuan pembahasan pembebasan lahan Tol BOOR tersebut.
Baca Juga: Subsidi Biskita Trans Pakuan Dicabut, Pemkot Bogor Pastikan Bakal Kelola Mandiri
Kepada Radar Bogor, Nacib mengatakan, warga sudah mendengar hingar bingar ganti untung lahan Tol BORR seksi IIIB, Simpang Salabenda-Junction Salabenda.
Banyak warga pemilik lahan yang datang kepadanya dan berharap dapat ganti untung. "Banyak yang mau, tapi cuman 20 bidang saja yang masuk," katanya saat ditemui Radar Bogor, Selasa (9/7/2024).
Nacib merinci, 20 bidang itu terdiri dari delapan rumah, satu gudang, sisanya kebun dan tanah kosong.
Soal ganti untung, Ketua RT dua priode tersebut belum tahu berapa harga yang diberikan. Kebanyakan warga berpatokan pada ganti untung proyek sebelumnya.
Sampai sekarang belum ada nilai pasti berapa warga menerima ganti untung. "Belum ada lagi (kabar ganti untung)," tuturnya.
Warga Harap Cemas Ganti Untung
Ganti untung masih menggantung, membuat sebagian warga yang terdampak proyek Tol BORR seksi IIIB Simpang Semplak-Junction was-was.
Sebab, warga belum tahu cukup atau tidak uang ganti untung untuk kembali membangun rumah baru kedepannya.
Salah satunya SA, warga Kampung Parakan Salak, Desa Parakan Jaya, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.
Dia tak mau disebutkan namanya meski bersedia blak-blakan mengeluarkan keresahannya.
Dia mengaku pusing mencari tempat tinggal baru nantinya, apalagi jika pembayaran dibagi dalam tiga termin.
SA masih ragu, ganti untung itu bisa mencukupi membangun rumah baru nantinya.
"Sebenarnya mau gak mau. Kalau gak mau, nanti ribet. Tapi ini ganti untung belum ketahuan berapa harganya," katanya kepada Radar Bogor.
Saat ini, kata dia, harga tanah terus naik. Jika ganti untung tidak sesuai perhitungannya, dipastikan mereka kesulitan membangun rumah baru.
Dia berharap mendapat harga yang tinggi. "Tanah di sini sudah Rp 3-4 juta per meter. Paling murah Rp 2 juta. Kalau hanya untung Rp 1 juta dari 1 meter pusing juga nanti mau bangun rumah lagi," tuturnya.(all)
Editor : Alpin.