Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bogor Dilanda Anomali Cuaca, Camat Minta Para Kades yang Wilayahnya Rawan Bencana Untuk Siaga

Arif Al Fajar • Rabu, 10 Juli 2024 | 10:11 WIB
Ilustrasi Cuaca Hujan sedang hingga lebat
Ilustrasi Cuaca Hujan sedang hingga lebat

RADAR BOGOR - Anomali cuaca terjadi di Bogor. Beberapa hari terakhir, Bogor diguyur hujan sedang hingga lebat ditengah periode musim kemarau.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Citeko Bogor Fatuhri Syabani mengatakan, anomali cuaca ini tidak hanya terjadi di Kota Bogor,  juga di wilayah Kabupaten Bogor serta wilayah lain di Jawa Barat.

"Curah hujannya boleh dikatakan anomali, dalam arti kata lebih besar dari rata-rata dasariannya (10 harian)," katanya kepada Radar Bogor Rabu (10/7/2024).

Fatuhri memaparkan, anomali cuaca ini disebabkan akibat adanya fenomena gangguan atmosfer wilayah Indonesia.

Fenomena tersebut di antaranya, Fenomena atmosfer MJO (Madden Julian Oscilation) yaitu gelombang atmosfir dg perioda 40-60 harian yang saat ini sedang menghampiri wilayah Indonesia.

"Fenomena MJO ini tipikalnya adalah membawa pergerakan atau propagasi kumpulan awan-awan hujan," tuturnya.

Kemudian gelombang atmosfer lainnya juga sedang melintas di sekitar kepulauan lainnya yaitu Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial.

Yaitu, gelombang di atmosfer di sekitar khatulistiwa yang berasal dr samudera pasifik. "Ini juga turut menambah pasokan uap air ke wil Indonesia," paparnya.

Selain itu, kata dia, suhu permukaan laut yang hangat di sekitar perairan Indonesia juga turut berkontribusi dalam menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

Berdasarkan analisa tersebut, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca dimana diperkirakan akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat petir dan angin kencang di sebagai wilayah Indonesia pada 8-14 Juli.

Yaitu di sebagian besar wilayah Sumatra, sebagian Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

"Khusus untuk pulau Jawa akan mengalami penurunan potensi hujan mulai periode tanggal 11 Juli 2024," paparnya

Menanggapi adanya anomali cuaca ini, sejumlah wilayah rawan bencana mulai siaga. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Leuwiliang.

Camat Leuliwiang WR Pelitawan mengatakan, pihaknya sudah meminta agar setiap desa di wilayah Leuliwiang untuk siaga. Imbauan dilakukan kepada masyarakat melalui para kepala desa.

"Imbauan masyarakat melalui kepala desa untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana, terutama pada titik rawan bencana di wilayahnya masing-masing," katanya kepada Radar Bogor Rabu (10/7/2024).

Pelitawan juga meminta seluruh kepala desa tetap siaga menjaga jalur koordinasi dengan SKPD dan pihak-pihak terkait dalam rangka kesiapsiagaan kebencanaan.

"Hari ini ada rakor dengan kepala desa serta SKPD/UPT, prihal siaga bencana ini juga akan kami sampaikan dalam kegiatan tersebut," tuturnya.

Adapun untuk titik rawan bencana di Kecamatan Leuliwiang sendiri meliputi, empat desa. "Yakni di Desa Purasari, Desa Puraseda, Desa Pabangbon dan Desa Cibeber II," tukasnya. (all)

Editor : Yosep Awaludin
#bencana #bogor #anomali cuaca