Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bantu Kesehatan Reproduksi Wanita, Mahasiswa IPB University Ciptakan Minuman Sehat Femony Yoghurt

Yosep Awaludin • Rabu, 10 Juli 2024 | 11:10 WIB
Mahasiswa IPB University berhasil menciptakan minuman untuk membantu kesehatan reproduksi wanita Femony Yoghurt
Mahasiswa IPB University berhasil menciptakan minuman untuk membantu kesehatan reproduksi wanita Femony Yoghurt

RADAR BOGOR - Mahasiswa IPB University berhasil menciptakan minuman untuk membantu kesehatan reproduksi wanita. Minuman itu diberi nama Femony Yoghurt, terbuat dari bahan pangan fungsional.

Femony Yoghurt dibuat lima mahasiswa IPB University yakni Fidela Nailan Faza Prasetyaji (Ilmu Gizi 58), Dewi Anggraini (Ilmu Gizi 58), Rachmalia Isni Oktaviani (Ilmu Gizi 58), Puja Mutiara Hati (Ilmu Gizi 58), dan Siti Rohmah (Manajemen).

Tanaman Saraca ashoka yang digunakan dalam minuman Femony Yoghurt ini memiliki potensi untuk mencegah kanker payudara, mengobati sindrom ovarium polikistik (SOPK), dan mengurangi gejala dismenore atau nyeri haid.

Jumlah kasus penyakit ginekologi seperti dismenore, kanker payudara, dan SOPK yang tinggi di Indonesia, mendorong lima mahasiswa IPB University menciptakan produk ini.

Data Globocan tahun 2020 menunjukkan bahwa jumlah kasus baru kanker payudara di Indonesia mencapai 68.858 kasus, atau 16,6% dari total 396.914 kasus baru, dan jumlah kematian mencapai lebih dari 22 ribu.

Selain menempati urutan pertama terkait jumlah kanker terbanyak di Indonesia, kanker payudara adalah salah satu penyebab kematian tertinggi.

Gejala SOPK, seperti menstruasi tidak teratur, jerawat, kulit berminyak, rambut rontok, dan kenaikan berat badan, dapat membuat wanita tidak percaya diri.

Nyeri haid adalah keluhan lain yang sering dialami wanita, dengan prevalensi 55,8% untuk dismenore primer dan 45,1% untuk dismenore sekunder. Sendiri nyeri haid dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan mengurangi produktivitas.

Tanaman ini diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti steroid, alkaloid, flavonoid, tanin, glikosida, saponin, karotenoid, fenol, flavon glikosida, dan phytoestrogen.

Senyawa bioaktif ini bersifat spasmogenik, uterotonic, oksitosin, antibakteri, anti-tumor, anti-implantasi, anti-progestational, dan anti-estrogenik, sehingga berpotensi mencegah kanker payudara dan SOPK serta melawan nyeri haid.

Studi menunjukkan bahwa Saraca ashoka dapat membantu menormalisasi profil hormon yang terganggu dan meningkatkan kondisi ovarium. Ini dapat membantu mengatasi SOPK dan nyeri haid.

Selain itu, Saraca ashoka juga menunjukkan sifat antioksidan dan anti kanker payudara secara in vivo dalam penelitian yang dilakukan oleh Yadav et al. (2015) dan Bu et al. (2023).

Ini menunjukkan bahwa ia memiliki kemampuan untuk menormalkan profil hormonal yang terganggu pada tikus. Dengan demikian, Saraca ashoka dapat digunakan sebagai alternatif atau komplementer untuk pencegahan dan terapi kanker payudara.

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membantu dalam pembuatan produk Femony. Program ini dimulai pada April 2024 dan memulai produksi massal di Bogor, pada Juli 2024.

Femony saat ini dijual dengan harga Rp8.000 dan tersedia di berbagai platform media sosial seperti WhatsApp, Instagram, TikTok, dan Facebook.

"Kami berharap produk ini dapat menjadi pilihan yang sehat dan lezat bagi wanita Indonesia, sekaligus mendukung upaya pencegahan penyakit serius seperti kanker payudara dan gangguan reproduksi lainnya," Kata Ketua Tim Femony Yoghurt, Fidela Nailan Faza Prasetyaji.

Femony Yoghurt diharapkan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat karena harganya yang terjangkau dan manfaatnya yang luar biasa.

PT. Naridahayu terus berinovasi dan mendukung kesehatan reproduksi wanita dengan produk berkualitas tinggi.

Semua informasi tentang FEMONY dapat ditemukan di akun resminya di Facebook, Instagram, dan TikTok dengan username @femony_yoghurt. "Katakan tidak pada FOMO, katakan ya pada FEMONY." (***)

Editor : Yosep Awaludin
#yoghurt #mahasiswa #ipb university