RADAR BOGOR, Rencana peningkatan jalan akses menuju Telaga Saat Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, mendapat perhatian pegiat lingkungan.
Pasalnya, pemasangan aspal, beton atau paving block di jalan sepanjang 2 kilometer itu nilai akan merusak konservasi air di area Telaga Saat.
Ketua Relawan Indonesia Pembela Alam (RIMBA), Eko Wiwid mengatakan, Telaga Saat sebagai titik 0 KM Hulu Sungai Ciliwung harus dibatasi dari berbagai pembangunan betonisasi.
"Jalan menuju Telaga Saat, biarkan bebatuan seperti semula, karena bagian dari upaya konservasi air hulu Sungai Ciliwung," ujarnya kepada Radar Bogor, Kamis (11/7/2024).
Menurutnya, jalan bebatuan menuju Telaga Saat yang melintasi perkebunan Teh Ciliwung tersebut bagian dari tata kelola ruang hijau bagian hulu Sungai Ciliwung.
Selain dari upaya untuk resapan air, kata dia, jalan menuju Telaga Saat juga menjadi identitas histori dan khas wisata ke Telaga Saat atau ke perkebunan teh.
"Kalau semunya jalan wisata diaspal atau dicor akan menggangu fungsi resapan air," tegasnya.
Eko yang juga pelaku pemulihan Telaga Saat sejak 2018 hingga sekarang tidak menampik bahwa kawasan Puncak memiliki daya tarik tersendiri.
Dengan alamnya masih relatif dingin dan berkabut, serta hamparan hutan pegunungan inilah yang menjadi alasan orang berbondong-bondong datang ke Puncak.
Sehingga berbagai fasilitas tempat wisata terus berkembang dan berinovasi untuk menambah daya tarik wisatawan. Namun seringkali fasilitas yang ditawarkan tidak sesuai dengan kondisi bentang alam kawasan tertentu.
"Semisal ada daerah yang jadi tujuan wisata dibiarkan secara alamiah, tidak harus diperbanyak bangunan beton atau bangunan modern, hal ini bagian dari menjaga keseimbangan alam," tuturnya.
Untuk itu, dia berharap Pj. Bupati Bogor beserta jajaran sampai level bawah harus ikut serta mendukung upaya konservasi alam di Kawasan Puncak dan bentang alam lainya di wilayah Kabupaten Bogor.
"Jangan hanya demi menggenjot pendapatan daerah, namun kondisi alam tak rekendali dan tidak terkontrol dengan baik," tukasnya.(cok)
Editor : Alpin.