RADAR BOGOR - Korban pelecehan seringkali memilih karena malu, takut disalahkan, atau diancam oleh pelaku. Padahal, korban dapat mengalami dampak fisik dan mental jika mereka tidak mengambil sikap.
Setiap tindakan yang dipaksakan atau mengancam korban, baik itu fisik, lisan, atau dengan isyarat tertentu, yang membuat korban merasa tersinggung, dipermalukan, atau bahkan terintimidasi disebut pelecehan.
Pelecehan dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa, dalam berbagai bentuk, mulai dari pemerkosaan, perilaku menggoda, atau menyentuh tubuh korban tanpa izin.
Dampak Pelecehan
Menjadi korban pelecehan merupakan musibah yang dapat menyebabkan trauma psikologis dan fisik yang parah. Banyak korban pelecehan juga mengalami luka fisik dan mental.
Namun, tidak semua orang yang mengalami pelecehan berani untuk mengungkapkannya. Orang-orang yang mengalami pelecehan dapat menunjukkan beberapa gejala atau tanda-tanda berikut:
- Mudah marah
- Merasa takut atau tidak aman
- Merasa bersalah atau membenci diri sendiri
- Mengalami kecemasan dan gangguan tidur
- Sulit mempercayai orang lain
Korban pelecehan yang tidak mendapatkan bantuan juga berisiko tinggi mengalami masalah psikologis seperti depresi, PTSD, dan kemungkinan bunuh diri. Selain itu, tindakan tersebut menyebabkan kehamilan banyak wanita yang menjadi korban pelecehan.
Tips Menghadapi Aksi Pelecehan
Jika Anda adalah korban pelecehan seksual, cobalah untuk memaafkan diri sendiri dan jangan menutup diri untuk menghadapi kesulitan ini sendirian. Untuk membantu kondisi berangsur pulih, berikut beberapa cara untuk mengatasi gangguan:
1. Bertindak cepat
Jangan takut untuk berani mengambil sikap jika Anda merasa dilecehkan oleh siapa pun dan di mana pun.
Dengan cara ini, Anda mungkin dapat menegur atau melawan secara langsung orang yang berperilaku buruk.
Namun, jika Anda benar-benar sendirian saat itu, berusahalah untuk melarikan diri dan mencari tempat yang aman, lalu meminta bantuan orang-orang di sekitar Anda. Anda juga dapat menghubungi orang terdekat atau pihak berwenang yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
2. Beritahu anggota keluarga Anda
Mengalami peristiwa traumatis seperti pelecehan bukanlah hal yang mudah untuk dihadapi, apalagi jika Anda melakukannya sendiri. Coba beritahu orang terdekat Anda dan mintalah bantuan mereka.
Setelah menceritakan semua kekesalan Anda, Anda juga dapat meminta mereka untuk menemani Anda mencari pertolongan ke pihak berwajib, dokter, atau psikolog. Ini penting untuk mendapatkan jalan keluar saat menghadapi pelecehan.
3. Lakukan konseling kejiwaan
Korban pelecehan dapat mengalami berbagai gangguan psikologis, seperti trauma, takut, stres berat, gangguan cemas, dan gangguan tidur, dan masalah ini dapat menjadi lebih parah jika tidak diobati.
Karena itu, orang yang mengalami pelecehan seksual disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikolog untuk membantu mereka pulih secara mental. Mereka akan menerima psikoterapi selama konseling untuk membantu mereka pulih secara mental.
4. Laporkan kepada pihak berwenang
Melaporkan insiden pelecehan adalah tindakan pertama yang harus dilakukan. Untuk mendapatkan bantuan, wanita yang menjadi korban kekerasan seksual dapat mengunjungi Komnas Perempuan.
Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dapat dihubungi jika korban pelecehan adalah anak-anak.
Katakan apa yang terjadi saat pelecehan terjadi, termasuk lokasi, waktu, karakteristik pelaku (atau, jika Anda kenal dengannya, sebutkan namanya), dan apa yang dikatakan pelaku.
Dengan melaporkan kepada penegak hukum, pelaku akan ditangkap hingga diproses sesuai undang-undang. Ini juga penting untuk mencegah pelaku melakukan hal yang sama pada orang lain. (***)
Editor : Yosep Awaludin