RADAR BOGOR - Kasus terorisme di Indonesia hingga saat ini tidak pernah luput diperbincangkan oleh berbagai pihak, tingkat krusialismenya pun naik turun ditiap tahunnya, tidak terlepas di Kabupaten Bogor itu sendiri.
Menanggapi hal itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen. Pol. Prof. Dr. H. Mohammed Rycko Amelza Dahniel, M.Si, angkat suara mengenai tingkat status terorisme di Kabupaten Bogor.
Ryko menyampaikan setiap wilayah punya potensi yang sama, oleh karenanya semua pihak harus waspada akan masuknya idiologi idiologi yang tidak sesuai dengan norma norma.
“Tapi potensi itu sehebat apapun teroris itu melancarkan aksi mempengaruhi radikalisasi kalau masyarakarnya sudah toleran cinta damai, anti kekerasan tidak ada pengaruhnya,” tegasnya.
Oleh karenanya saat ini, kata Rycko pihak BNPT sendiri tengah gencar memberikan penguatan, terkhusus anak anak tentang penanaman nilai nilai nasionalisme.
“Dan kami tentunya ingin membangun rasa cinta tanah air, kita ingin perkenalkan kepada anak anak kita, kepada anak muda generasi remaja menjaga rasa toleransi, saling menghargai perbedaan,” ucapnya.
“Sehingga mereka bisa hidup saling menghormati dan menghargai dan setelah itu akan terbentuklah daru tingkat keluarga yang disebut dengan ketahanan keluarga,” sambungnya.
Terlebih, tambah Rycko Kabupaten Bogor sendiri akan menjadi pilot projeck BPNPT untuk menjadi Kabupaten Kebangsaan.
“Insya allah kami bersama dengan pa bupati akan menjadikan kabupaten bogor ini sebagai kabupaten percontohan diindonesia,” ujar Rycko pada Radar Bogor (12/7/2024).
Sementara saat ditanya soal tingkat status terorisme di Kabupaten Bogor, Kepala BNPT itu menegaskan saat ini masih terbilang aman terkendali.
“Bogor mah amann, ini kamu masih bisa senyum, (Sambil menunjuk awak media),” tungkasnya. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin