RADAR BOGOR, Serah terima Halte Biskita Transpakuan dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) ke Pemerintah Kota Bogor, disambut antusias penumpang.
Kebijakan ini diharapkan penumpang dapat menjadi momen perbaikan pada pelayanan Halte Biskita Transpakuan di Kota Bogor.
Salah satunya berkaitan dengan penambahan titik pemberhentian bus (bus stop).
Penumpang Biskita Transpakuan, Risa Rianti mengatakan, saat ini jarak antar Halte masih terlalu jauh sehingga penumpang tidak bisa menjangkau dengan mudah tempat tujuan mereka.
"Seperti jalur Koridor 6, dari halte ke haltenya jauh sekali sehingga penumpang tidak bisa turun di tujuan. Antara Simpang Bogor Baru ke BSI 2 itu jauh sekali dan tidak ada halte di tengah dua titik itu," keluhnya kepada Radar Bogor, Jumat (12/7/2024).
Selain itu, Risa juga merasa banyak halte Biskita Transpakuan yang tidak terintegrasi dengan zebra cross atau Jembatan Penyebrangan Orang (JPO).
Hal itu dipandangnya menyulitkan penumpang yang akan menyebrang jalan. Mereka mesti berjalan kaki ke titik zebra cross terlebih dahulu ketika ingin menyebrang.
Oleh karena itu dirinya meminta agar Pemkot Bogor untuk membangun bus stop baru di titik-titik tersebut dan titik lain yang strategis agar lebih memudahkan para penumpang.
Dia berharap ke depan Pemkot Bogor bisa menerapkan tarif khusus bagi penumpang yang transit antar Biskita Transpakuan agar masyarakat tak perlu kembali mengeluarkan uang ketika berpindah koridor untuk transit.(fat)
Editor : Alpin.