Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sampah Menumpuk di Kota Bogor, DPRD Siap Bantu Pemkot Lewat Refocusing Anggaran 

Reka Faturachman • Senin, 15 Juli 2024 | 13:57 WIB
Petugas DLH Kota Bogor, sedang mengangkut sampah yang beberapa hari sering menumpuk di TPS Gang Ardio, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah.
Petugas DLH Kota Bogor, sedang mengangkut sampah yang beberapa hari sering menumpuk di TPS Gang Ardio, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah.

RADAR BOGOR - Persoalan penumpukan sampah di Kota Bogor kian bertambah pelik. Usai terjadi di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Merdeka, kini penumpukan sampah turut melanda Gang Ardio, bilangan MA Salmun, dan Cibeureum.

Pemerintah Kota Bogor mengungkapkan, fenomena ini timbul akibat adanya kendala pada armada truk pengangkut sampah. Banyak armada pengangkut yang rusak dan butuh perbaikan untuk sementara waktu. Hal ini membuat pengangkutan tersendat.

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto mengatakan dalam penanganan dan pengelolaan sampah di Kota Bogor perlu ada intervensi anggaran yang memadai.

"Kami sama-sama sedang mencari formulasinya. Apakah anggaran perubahan di 2024 ini bisa dianggarkan atau tidak. Tapi kalau saya pribadi optimis dari beberapa angagran yang ada bisa direfocusing, dipindahkan realokasi untuk kegiatan ini. Meskipun mungkin dalam jumlah yang tidak terlalu besar," ujarnya kepada Radar Bogor.

Atang mengatakan hingga saat ini pihaknya masuh menunggu proposal dari Pemkot Bogor mengenai rencana penambahan armada truk sampah. Ia memprediksi anggaran yang dibutuhkan amat besar apabila seluruh armada butuh peremajaan.

"Kalau memang semuanya perlu peremajaan dan ada penambahan, ya jumlahnya besar. Mungkin bisa dua digit miliar. Tapi kalau kemudian kita melengkapi dulu, termasuk juga menambah jumlah titik titik tempat pembuangan sampah sementara, saya kira ini masih bisa lah kita anggarkan di 2024 perubahan ini," terang dia.

Dirinya mendorong Pemkot Bogor segera menyiapkan sistem penanganan dan pengelolaan sampah terpadu di tingkat lokal dalam 1-3 tahun ke depan. Sebab ia mengungkapkan anggaran yang selama ini diberikan hanya untuk biaya operasional keseharian saja.

Dengan sistem pengelolaan lokal maka sampah tifak langsung dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) melainkan diubah menjadi barang produktif. Setelah tak lagi bisa dimanfaatkan barulah sampah dibuang ke TPA. (fat)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #sampah #penumpukan