RADAR BOGOR, Pemerintah Kota Bogor, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di IPB Internasional Convention Center (IICC) pada Senin (15/7/2024).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan, monitoring dan evaluasi itu dilakukan berdasarkan kinerja BUMD sejak tahun 2021 hingga 2024 (triwulan pertama).
Penilaian yang dilakukan meliputi administrasi, teknis, keuangan, kinerja, laba, biaya, pengembangan, sektor keunggulan, dan inovasi.
"Hasil kinerjanya masing-masing berbeda. Tapi pada umumnya dari kondisi pengelolaan keuangannya Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atau bisa disebut sehat," ujarnya kepada Radar Bogor.
Secara lebih rinci ia menyebut Perumda Tirta Pakuan dan BUMD Bank Kota Bogor memperoleh nilai AA. Kondisi ini menunjukkan kedua BUMD tersebut dalam kondisi yang sangat sehat.
Sementara itu BUMD Perumda Transportasi Pakuan (PTP) memiliki nilai BB. Sedangkan Perumda Pasar Pakuan Jaya memiliki nilai BBB saja (kurang sehat).
"Kami harap untuk tahun 2024 di 2 triwulan berikutnya BUMD yang nilainya BBB dan BB dapat memperbaiki diri dan mendapat nilai A. Mudah-mudahan kinerjanya dan laba yang diberikan pada APBD bida meningkat," harap dia.
Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari berpesan kepada seluruj BUMD untuk selalu melakukan 2 perannya yakni sebagai kotporat pemerintah dengan mencapai kemandirian dari sisi finansial atau keuangan dan sudah memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah. Serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Saya harap semua perangkat dalam BUMD berperan maksimal. Terutama kepada dewas, harus diintensifkan agar semua memahami tugas dewas dengan ritme yang sama dan visi yang sama," jelasnya.
Ia juga meminta setiap direksi BUMD untul tetap sejalan dalam visi misi Kota Bogor, berpikir kreatif, visioner, san sensitif terhadap segala perubahan di lingkungan bisnis.
"Jangan sampai sudah merasa baik, padahal di luaran sana BUMD lain sudah melangkah jauh dengan teknologi terbaru," tekan dia.(fat)
Editor : Alpin.