Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Waspada Obesitas, Dinkes Kabupaten Bogor Sarankan Masyarakat Lakukan Screening Berat Badan di Puskesmas

Muhamad Rifki Fauzan • Senin, 15 Juli 2024 | 17:13 WIB
Petugas Rescue Damkat Kabupaten Bogor saat mengevakuasi wanita penderita obesitas di Telaga Kahuripan, Kemang.
Petugas Rescue Damkat Kabupaten Bogor saat mengevakuasi wanita penderita obesitas di Telaga Kahuripan, Kemang.

RADAR BOGOR, Saat ini Obesitas atau kelebihan berat badan menjadi topik yang banyak dibicarakan oleh berbagai pihak. Begitu juga di lingkungan masyarakat Kabupaten Bogor.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Adang Mulyana mengatakan, obesitas memang tidak bisa dianggap remeh.

“Bagaiamanapun yang namanya berlebih itu akan beresiko. Dari kelebihan berat badan ini menunjukan ada satu resiko apabila berat badannya tidak bisa dikendalikan, bisa diabetes hipertensi dan lain-lain,” ucap Adang kepada Radar Bogor.

Sementara jika melihat data warga pengidap obesitas yang dimiliki Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, sebanyak 30.894 warga mengalami kelebihan berat badan.

Data ini dibagi kedalam dua range umur, pertama 15 tahun hingga 59 tahun, didapati warga dengan jenis kelamin laki-laki berjumlah 6.097, sementara warga pengidap obesitas berjenis kelamin perempuan berjumlah 21.430.

Range umur yang kedua dimulai dari 59 tahun ke atas, didapati jumlah laki-laki pengidap obesitas ada 883 orang, sementara perempuan berjumlah 2.484 orang.

Oleh karena itu, Adeng Mulyana mengimbau masyarakat Kabupaten Bogor untuk menjaga ke idealan berat badan.

“Dengan cara berolahraga, menjaga asupan dan pola makan yang cukup dan bergizi,” kata Adeng Mulyana pada Radar Bogor (15/7/2024).

Tidak hanya itu, Adang menyarankan masyarakat untuk mengikut screening berat badan.

“Semua puskesmas di Kabupaten Bogor sudah mempersiapkan bagi masyarakat yang ingin melakukan screening berat badan,” ujarnya.

Adang Mulyana berpesan pengendalian terhadap resiko lebih bagus ketimbang sakit terlebih dahulu baru mengambil sebuah tindakan.

“Karena sakit yang paling susah dikendalikan itu sakit menular, salah satunya obesitas,” tungka Adang Mulyana.(cr1)

Editor : Alpin.
#obesitas #berat badan #kabupaten bogor