RADAR BOGOR - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam rilis Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menyebut angka prevalensi obesitas tertinggi banyak terjadi pada mereka yang berprofesi sebagai ASN, TNI, Polisi, dan pegawai BUMN.
Tabel Proporsi Status Gizi Penduduk Dewasa (> 18 Tahun) Berdasarkan Kategori IMT Menurut Karateristik, SKI 2023 menunjukkan besaran angka prevalensi obesitas pada profesi-profesi tersebut mencapai 32 persen.
Sementara itu, posisi kedua prevalensi obesitas ditempati oleh kelompok masyarakat yang menganggur yakni sebanyak 29,9 persen. Diikuti masyarakat yang bekerja sebagai wiraswasta dengan prevalensi mencapai 24,9 persen.
Menyikapi hal ini, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan kelebihan berat badan atau obesitas juga menjadi persoalan yang melanda banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bogor.
Ia mengungkapkan hal itu tampak pada hasil penyelenggraraan program Pamong Walagri yang dilakukan Pemkot Bogor beberapa waktu lalu.
"Saat kemarin Pamong Walagri kebanyakan ASN memang obesitas. Tapi kami belum lihat hasil secara keseluruhan," ujarnya kepada Radar Bogor.
Hal ini pun menjadi perhatiannya. Ia menyebut Pemkot Bogor bakal melakukan evaluasi atas kondisi ini. Pihaknya berencana akan menjadikan Hari Jumat sebagai hari berolahraga.
"Kami akan evaluasi. Bukan saja karena obesitas tapi untuk meningkatkan kesehatan secara umum," imbuhnya.
Syarifah mengakui kebiasaan kerja dalam ruangan dan didominasi posisi duduk membuat ASN perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatannya. Menurutnya, hal itu perlu dibarengi dengan kegiatan peregangan secara berkala.
Anjuran itu disebutnya sempat disampaikan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor. Syarifah berjanji akan kembali mengintensifkan anjuran itu kembali. (fat)
Editor : Yosep Awaludin