Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Perempuan Jadi Pengidap Obesitas Terbanyak di Kabupaten Bogor, Ini Penyebabnya!

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 16 Juli 2024 | 20:42 WIB
Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinas Kabupaten Bogor, Rohcjayanti.
Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinas Kabupaten Bogor, Rohcjayanti.

RADAR BOGOR, Meski termasuk dalam penyakit yang tidak menular, obesitas akan menjadi momok berbahaya jika pengendalian berat badan tidak segera dikendalikan.

Namun pada realitanya banyak masyarakat di Kabupaten Bogor yang justru acuh terhadap pengendalian berat badan. Ini terbukti hampir 30 ribu warga Kabupaten Bogor mengidap kelebihan berat Badan.

Menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, jumlah obesitas tersebut didominasi warga berjenis kelamin perempuan.

Jika melihat data tersebut didapati jumlah warga Kabupaten Bogor yang mengidap obesitas berjenis kelamin perempuan ada 23.914 orang.

Dengan pembagian dua range umur, yaitu 15 sampai 59 tahun ada 21.430, sementara untuk umur 59 tahun ke atas warga berjenis kelamin perempuan yang mengidap kelebihan berat badan ada 2.484.

Menyikapi hal itu Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinas Kabupaten Bogor, Rohcjayanti menjelaskan, ada beberapa alasan yang membuat perempuan lebih banyak mengidap obesitas.

“Perempuan itukan memang lemaknya lebih banyak, ditambah faktor dari hormon jadi bisa menimbulkan kegemukan. Misalnya orang yang sudah menikah penggunaan KB seperti itu bisa mempengaruhi, jadi gemuk,” ucap Rochjayanti.

Kemudian, kata Rochjayanti, faktor metabolisme pasca melahirkan juga menjadi salah satu penyebab gemuknya berat badan pada perempuan.

Lebih lanjut lagi, Rochjayanti menyampaikan untuk perempuan sendiri terdapat paramater berat badan yang bisa diukur melalui lingkar perutnya.

“Untuk perempuan ada parameternya yang dilingkar perut itu 80 kalau yang laki laki itu 90,” jelas Rochjayanti pada Radar Bogor (16/7/2024)

Jika lingkar perutnya melebihi angka 80, kata Rochjayanti maka bisa menjadikan paramter obesitas dan bisa diprediksi 10 tahun yang akan datang dapat mengakibatkan penyakit jantung.

“Sehingga pada saat screening kita melakukan pemeriksaan lingkar perut untuk mengetahui parameter obesitas sentral pada perut itu,” tungkasnya.(cr1)

Editor : Alpin.
#obesitas #berat badan #kabupaten bogor