Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sampah Menumpuk di Komplek Pertokoan Otista Bogor, Pengusaha Kuliner Resah Ditegur Pengunjung

Reka Faturachman • Rabu, 17 Juli 2024 | 09:38 WIB
Penumpukan sampah di Kompleks Pertokoan Jalan Otista.
Penumpukan sampah di Kompleks Pertokoan Jalan Otista.

RADAR BOGOR - Penumpukan sampah kembali ditemukan di Kota Bogor. Kali ini di Kompleks Pertokoan Jalan Otista, Kecamatan Bogor Tengah, Rabu (17/7/2024) pagi.

Kondisi ini pun dikeluhkan pengusaha kuliner yang berjualan di sekitar lokasi tersebut. Penumpukan sampah dinilai membuat kawasan itu menjadi kotor dan bau.

Owner Restoran Bebeke Om aris, Muhammad Iqbal mengatakan penumpukan sampah terjadi akibat tidak adanya pengangkutan yang dilakukan oleh petugas kebersihan. Tak hanya kali ini, ia menyebut persoalan ini sudah berlangsung sebanyak 4 kali.

"Sampah yang menumpuk hari ini itu karena tidak adanya pengangkutan selama satu hari. Padahal biasanya pengangkutan di sini berjalan dua kali sehari, siang oleh petugas dari kelurahaan dan malam hari dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH)," ujarnya.

Kondisi ini disebutnya sangat berdampak pada aktivitas jual beli di kompleks pertokoan tersebut yang didominasi komoditi kuliner. Iqbal mengaku sudah beberapa kali ditegur oleh pengunjung restoran akibat penumpukan sampah tersebut.

"Sehari saja sampah di sini tidak diangkut pasti numpuk sekali. Akibatnya jadi mengganggu estetika, bau, dan timbul banyak lalat," ungkapnya.

Iqbal pun merasa miris lantaran kompleks pertokoan tersebut berada di Jalur Ring 1 dan kerap dilalui oleh Presiden. Selain itu, menurutnya persoalan tersebut seharusnya tidak terjadi pada Kota Bogor yang sudah meraih Adipura sebanyak dua kali secara berturut-turut.

Upaya pelaporan pada kelurahan dan DLH sudah dilakukannya sebanyak empat kali. Namun hal itu menurutnya tak pernah membuahkan hasil karena keterlambatan pengangkutan masih terus terjadi.

Padahal menurut dia, pihaknya tak pernah absen membayar iuran pengangkutan sampah pada petugas dengan nominal Rp100 ribu per pekan.

"Kalau masalahnya ada di armada yang rusak, kenapa Pemkot tidak menyediakan solusi sementara seperti menyewa mobil pengangkutan," sarannya.

Iqbal menerangkan, terdapat dua lokasi penampungan sampah di sepanjang kompleks pertokoan di Jalan Otista. Setiap lokasi menampung sampah dari 4-5 toko. (fat)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #otista #sampah