RADAR BOGOR - Aliran Sungai Cikaniki, di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor kembali berubah warna. Kondisi itu terjadi sejak Selasa (16/7/2024).
Perubahan warna air Sungai Cikaniki itu terekam kamera ponsel warga dan ramai beredar di group WhatsApp.
Salam video yang diterima Radar Bogor, tampak aliran Sungai Cikaniki berwarna cokelat. Sungai cikaniki diduga kembali tercemar oleh limbah berbahaya.
Data yang dihimpun Radar Bogor, dalam beberapa tahun terkahir, kasus pencemaran Sungai Cikaniki terjadi. Diawali dengan perubahan warna air menjadi cokelat pekat.
Seperti pada 2022 lalu, Sungai Cikaniki tercemar usai ikan-ikan di sana ditemukan mati mendadak. Saat itu, DLH Kabupaten Bogor menduga pencemaran Sungai Cikaniki disebabkan aktivitas tambang emas ilegal.
Kemudian, pada 2023 Sungai Cikaniki dilaporkan kembali tercemar. Ikan-ikan ditemukan warga mati mendadak.
Perihal adanya perubahan warna di aliran Sungai Cikaniki, Kapolsek Nanggung AKP Ade Kamsa mengatakan, pihaknya belum mengetahui pasti perihal adanya dugaan pencemaran.
Hingga saat ini, kata dia belum ada laporan masuk perihal kondisi Sungai Cikaniki yang diduga kembali tercemar limbah.
"Saya tidak tahu ( penyebab aliran Sungai Cikaniki berubah warna)," katanya kepada Radar Bogor Rabu (17/7/2024).
Adapun perihal diduga adanya aktivitas PETI (Penambang Emas Tanpa Ijin) Ade mengaku sudah tidak ada aktivitas tersebut di wilayah hukumnya. "Tidak ada (aktivitas PETI)," tukasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kalong liud Jani Nurjaman mengatakan, hingga hari ini pihaknya belum menerima laporan dari warganya perihal kondisi Sungai Cikaniki yang diduga tercemar limbah berbahaya.
"Sampai hari ini belum ada laporan dari masyarakat, baik dari RT maupun RW," katanya kepada Radar Bogor Rabu (17/7/2024).
Namun demikian, kata dia, kondisi air di aliran Sungai Cikaniki yang berubah menjadi coklat sebelumnya pernah terjadi, diakibatkan adanya pencemaran.
Iapun menyayangkan, seringnya air Sungai Cikaniki berubah warna diduga karena tercemar limbah berbahaya. Mengingat, hampir semua warga bertumpu pada DAS Cikaniki untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
"Kami warga masyarakat yang ada di hilir DAS Cikaniki selaku pengguna air Cikaniki sangat menyayangkan dengan seringnya perubahan warna air tersebut," tuturnya.
Apalagi, kata dia saat memasuki kemarau seperti saat ini, warga benar-benar mengandalkan aliran Sungai Cikaniki tersebut untuk kebutuhan MCK dan air minum.
Ia berharap agar semua pihak ikut menjaga dan peduli untuk menjaga air Sungai Cikaniki ini tetap bersih. (all)
Editor : Yosep Awaludin