Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Warga Bogor di Daerah Ini Kesulitan Dapat Air Bersih, Gegara Sungai Cikaniki Tercemar

Arif Al Fajar • Jumat, 19 Juli 2024 | 16:39 WIB
Sungai cikaniki Bogor tercemar
Sungai cikaniki Bogor tercemar

RADAR BOGOR - Empat hari ini, Eman, warga Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor kesulitan air bersih.

Sumber air bersih yang biasa ia dan warga Bogor di sekitarnya gunakan tak bersih. Warnanya coklat.

Ya, Sungai Cikaniki menjadi sumber utama untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Bogor di sana.

Setiap hari, air di aliran sungai cikaniki digunakan untuk mencuci pakaian, perabot rumah tangga juga untuk mandi.

"Hampir semua masyarakat di sini itu pakai air di sini. Kalau sedang bening. Kalau seperti sekarang ini gak bisa dipakai sama sekali," katanya kepada Radar Bogor Jumat (19/7/2024).

Hal senada dikatakan Ema warga Kampung Bantarkaret lainya. Sudah empat hari ini air keruh. Meski tidak berbau namun menimbulkan gatal-gatal.

"Ini buat cuci sarung tangan saja habis dari sawah. Di rumah dicuci lagi, gatel-gatel soalnya kalau gak mandi lagi," tuturnya.

Pun dengan iman warga lainya, kata dia jika air sudah keruh, warga tak berani mengunakan air di sungai cikaniki.

"Kalau musim kemarau begini, keruh sedikit saja sudah gak dipake buat MCK apalagi untuk dimasak," ujarnya.

Kata dia di hari keempat ini kondisi air sudah lebih mending. Paling parah terjadi di hari Selasa dan Rabu.

"Kemarin dan Jumat pagi tadi hanya di beberapa titik saja yang keruh. Gak tau kalau siang. Soalnya kemarin siang ke sore mulai keruh lagi," ujarnya.

Ia meminta agar muspika kecamatan Nanggung untuk tidak tinggal diam dengan kondisi sungai cikaniki yang berubah warna seperti ini.

"Kami harap ada tindakan sih. Ini sudah empat hari soalnya," tuturnya.

Sementara itu aktivis Pemuda Kecamatan Nanggung, Anggi Prasetiya, mengatakan sungai Cikaniki yang menjadi sumber air utama bagi warga nanggung itu kini berada dalam kondisi memprihatinkan akibat pencemaran yang terus terjadi.

Kata dia, Sungai Cikaniki adalah urat nadi kehidupan bagi masyarakat Nanggung. Kondisi pencemaran yang terus berulang ini sangat mengkhawatirkan.

Mengingat betapa pentingnya sungai Cikaniki ini yang sangat kebutuhan bagi sehari-hari warga, mulai dari mandi, cuci, kakus (MCK) hingga konsumsi air minum.

"Ini sudah terus berulang," katanya kepada Radar Bogor.

Kata dia, Keberadaan Sungai Cikaniki menjadi sangat krusial terutama saat musim kemarau tiba, ketika akses air bersih menjadi sangat terbatas.

Warga yang menggantungkan hidupnya pada sungai Cikaniki ini kini menghadapi ancaman serius terhadap kesehatan dan kualitas hidup mereka.

"Musim kemarau menjadi saat paling kritis bagi warga Nanggung," tuturnya.

Dengan sumber air yang tercemar, resiko penyakit, meningkat. Juga untuk kehidupan sehari-hari warga menjadi terganggu.

"Ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus," paparnya

Anggi juga menyerukan kepada pihak berwenang untuk segera mengambil tindakan nyata dalam mengatasi pencemaran sungai ini.

"Kami membutuhkan tindakan segera dan solusi jangka panjang untuk memastikan Sungai Cikaniki kembali bersih dan aman untuk digunakan.

Kata dia, Ini adalah hak dasar setiap warga untuk mendapatkan air bersih.

Ia mendesak dengan dukungan penuh dari komunitas lokal dan pihak berwenang, diharapkan masalah pencemaran Sungai Cikaniki dapat segera teratasi.

Sehingga warga Nanggung bisa kembali menikmati air bersih dan hidup yang lebih sehat.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #air bersih #Nanggung