RADAR BOGOR - Aksi pencurian kembali lagi terjadi di Bogor, kini kios kusen Sumber Rezeki milik Dedi Supriadi (50) baru-baru ini dibobol maling pada, Jumat (19/7/2024)
Dedi menduga, aksi pembobolan kios kusen yang berlokasi di Jalan KSR Kusumayadi, Cibinong, Kabupaten Bogor itu, terjadi pada pukul 02.00 WIB.
“Soalnya kalau dari cerita tetangga sebelah, itu dia bilang kalau jam satu dia sempat keliling dan ngontrol kios kusen milik saya," kata dia kepada Radar Bogor.
Dedi mengaku, sebelum terjadinya aksi pembobolan kios miliknya, dia memang pulang lebih awal dari biasanya.
Lantaran ada pengajian dan tidak ada juga laporan apapun dari tetangga saat malam kejadian.
“Pas pagi saya kesini, abis nganter anak sekolah, jam setengah 7 sampe sini, kalau liat dari depan mah aman ga ada perubahan, pas masuk ngeliat mesin udah ga ada, saya cek keruangan sebelah ya mesin udah habis,” kata Dedi.
Dedi menduga, para pelaku itu masuk lewat jendela belakang kiosnya, karena kata Dedi, saat dia ngecek lokasi belakang itu ada jejak kaki, dan jendela sudah dalam keadaan bolong (Semula ada tralis besi).
Adapun untuk barang barang yang berhasil dibawa kabur oleh para pelaku itu meliputi alat alat tukang, termasuk mesin yang biasa digunakaan saat produksi.
“Mesin bor, mesin serut aja ada tiga, mesin bobok, mesin gurinda 5, mesin amplasnya, pokonya semua sampe mata bor dan kunci kuncian diambil semua,” paparnya.
Melihat barang barang yang hilang itu, Dedi beranggapan kalau pelaku pembobolan itu tidak melakukan aksi sendirian tapi beramai ramai.
“Karena logikanya mesin itu lumayan gede terus berat,” tegasnya.
Menurut Dedi, jika ditotal secara keseluruhan usaha kusen Sumber Rezeki miliknya itu mengalami kerugian hingga senilai Rp50 Juta rupiah.
“Sekarang saya bingung mau bekerja atau mau produksi uda ga ada alat,” ujar Dedi pada Radar Bogor.
Dedi mengaku kalau Ia belum sempat membuat laporan kepada pihak kepolisian lantaran dirinya masih sangat shock atas musibah yang menimpanya.
“Kurang tau nihh, mungkin nanti saya ngobrol dulu dengan keluarga,” ucapnya pada (19/7/2024).
Selain tidak bisa lagi produksi, salah satu alasan yang hingga kini membuat Dedi shock, lantaran ini kejadian kali pertama yang dialami olehnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga