RADAR BOGOR - Nikita Patricia, perempuan asal Kecamatan Cibinong berhasil dinobatkan sebagai mojang pinilih Kabupaten Bogor, usai mengikuti perhelatan panjang Mojang Jajaka 2024.
Nikita Patricia, yang merupakan anak pertama dari dua bersaudara itu mengaku tidak menyangka bisa terpilih menjadi mojang pinilih Kabupaten Bogor 2024, di ajang Mojang Jajaka tahun ini.
Sebab kata Nikita Patricia, kontestan Mojang Jajaka Kabupaten Bogor lainnya memiliki potensi yang juga cukup luar biasa.
Apalagi pengalaman dia beberapa kali mengikuti ajang serupa, dan tidak pernah menang menjadi yang pertama.
“Jadi paling suka dapet predikat-predikat atau tiga besar, lima besar,” tutur Nikita pada Radar Bogor (21/7/2024).
“Dan menurut aku ajang mojang jajaka ini kan ajang bergengsi dan dibawahi langsung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, jadi ini prestasi aku yang paling luar biasa sejauh hidup aku,” sambungnya.
Selain dirinya yang dinobatkan sebagai mojang pinilih, Nikita juga mengatakan salah satu hal yang menjadi pengalaman berharga saat mengikuti perhelatan mojang jajaka 2024, yaitu kenangan bersama 24 finalis lainnya.
“Meski aku baru kenal beberapa bulan, tapi aku ngerasa kaya udah kenal bertahun tahun,” kata Nikita
Sebagai seorang mojang pinilih Kabupaten Bogor, tentu putri dari pasangan Ramses dan Intan Kurnia ini, memiliki sejumlah program.
Salah satunya yaitu berfokus pada pengembangan pariwisata yang ada di Bumi Tegar Beriman.
“Karena akupun sendiri pas masuk finalis Mojang Jajaka aku belajar banyak dan baru tau banyak kalau ternyata di Kabupaten Bogor itu potensi pariwisatanya luar biasa banget, dan semua orang perlu tau itu” ucap Nikita.
Sebelum mengikuti perhelatan Mojang Jajaka 2024, Nikita mengaku kalau dia pernah menggeluti seni musik dan salah satu alat musik yang ia kuasai yaitu drum.
“Kemarin pas unjuk kabisa juga aku nampilinnya bermain drum, aku bisa bermain alat musik lain, cuma ga sebisa bermain drum,” ujar Nikita.
Oleh karenanya, Nikita mengajak kepada seluruh anak-anak muda bersemangat mengembangkan potensi diri, dan tidak lupa bangga akan kebudayaan yang ada di Kabupaten Bogor.
“jangan selalu terpengaruh kata kata anak jangan selalu terpengaruh kata-kata anak kota, anak kabupaten karna menurut aku Kabupaten Bogor ini punya hidden jemnya sendiri, dan itu harus jadi kebanggaan kita,” tandasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga