RADAR BOGOR - KPU Kota Bogor menggelar Rapat Kerja (Raker) Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat pada Pemilihan Kepala Daerah serentak pada Selasa (23/7/2024).
Raker yang digelar KPU di Royal Hotel Bogor, Kecamatan Bogor Tengah ini, diikuti oleh seluruh anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kota Bogor.
Tak sendirian, KPU Kota Bogor juga turut menggandeng media Radar Bogor untuk berkolaborasi dan berbagi pengalaman dalam upaya memaksimalkan sosialisasi yang dilakukan para anggota PPK dan PPS.
Dalam kesempatan itu, Pemimpin Redaksi Radar Bogor, Ricki Noor Rachman membagikan kiat-kiat yang perlu dilakukan PPK dan PPS agar tahap sosialisasi Pilkada dapat diterima oleh masyarakat secara luas sehingga mendorong partisipasi pemilih.
Ricki menerangkan, perkembangan teknologi saat ini membuat masyarakat lebih dominan menggunakan media sosial (medsos) dalam mencari informasi. Oleh karena itu, ia menyarankan agar PPK dan PPS lebih banyak melakukan sosialisasi di medsos.
"Medsos yang terbanyak digunakan masyarakat dalam mencari informasi urutannya ialah WhatsApp, Facebook, Instagram, dan Twitter. PPK dan PPS mesti menyesuaikan platform yang digunakan dengan target audiens yang dituju," jelasnya.
Ricki juga menyarankan agar PPK dan PPS di Kota Bogor senantiasa membangun kepercayaan masyarakat dan menggunakan cara kreatif dalam mensosialisasikan setiap tahapan Pilkada sehingga menarik perhatian masyarakat.
Misalnya dengan mengunggah video edukasi dengan mengikuti tren terkini hingga siaran langsung di medsos yang berisi tanya jawab.
Terlebih menurutnya tingkat partisipasi dalam Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif pada periode 2019-2024 di angka 85,1 persen (naik 7 persen). Hal ini dilihatnya perlu ada eveluasi kelemahan dan kelebihan dalam tubuh KPU sehingga dapat mencapal target partisipasi sebesar 90 persen.
"Tantangannya yakni 42 persen dari jumlah DPT 800.181 orang adalah gen z, gen milenial, 10 persen pemilih pemula," ungkapnya.
Dirinya juga mengingatkan para PPK dan PPS untuk senantiasa mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan penyakit demokrasi yakni politik uang dan politik pecah belah.
Ricki menyatakan, Radar Bogor akan membuka diri untuk membantu para PPK dan PPS yang ingin mensosialisasikan kegiatannya melalui pemberitaan.
Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Hedi Ardia menerangkan sosialisasi memang sangat penting dilakukan untuk meningkatkan partidipasi masyarakat dalam Pilkada.
Hal itu bisa dilakukan oleh KPU dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memasifkan jingle Pilgub dan Pilwalkot. Sebab menurut Hedi jingle menjadi bagian dari 8 komponen brand aset yang bisa membuat masyarakat tahu dan ingat dengan Pilkada.
"Sosialisasi ada yang langsung dan tidak langsung. Kalau hanya mengandalkan secara tatap muka 1 per 1 akan tidak efektif. Karena Masih banyak prnduduk yang bahkan belum tahu kapan Pilkada serentak diselenggarakan. Ada 26 persen saja yang tahu selebihnya tidak, itu jadi PR," ujarnya
Oleh karena itu Hedi menyarankan KPU Kota Bogor untuk membangun komunikasi sebagai jembatan pada masyarakat. Ia mendorong komunikasi itu dilakukan menggunakan medsos yang dinilai menjadi jalan tol sosialisasi.
"Gunakan WhatsApp, Facebook, Instagramnya untuk dioakai sosialisasi. Supaya semakin luas jangakauan informasi yang diterima masyarakat. Meski gerakan ini sederhana tapi bisa menggerakan yang membaca atau melihat untuk tau dan hadir dalam Pilkada," terangnya. (fat)
Editor : Yosep Awaludin