Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Banyaknya Kasus Narkoba di Kota Bogor, Pemkot Gencar Lakukan Program Kelurahan Bersinar, Begini Langkahnya

Fikri Rahmat Utama • Selasa, 23 Juli 2024 | 19:54 WIB
Tak Ingin Kasus Narkoba di Kota Bogor Meningkat, Pemkot Gencarkan Program Kelurahan Bersinar
Tak Ingin Kasus Narkoba di Kota Bogor Meningkat, Pemkot Gencarkan Program Kelurahan Bersinar

RADAR BOGOR - Kasus narkoba di Kota Bogor terus terjadi sejak awal tahun hingga pertengahan tahun 2024. Kasusnya pun tak hanya dilakukan oleh orang dewasa namun juga anak di bawah umur 17 tahun.

Menekan kasus narkoba di Kota Bogor ini, Pemkot ingin adanya penguatan program Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar). Program itu harus dilakukan secara terus menerus, lewat program kerja yang konsisten dan berkelanjutan.

"Kita tidak bisa santai, tidak bisa diam diri dan menganggap semua baik-baik saja di tengah banyaknya kasus narkoba,” kata Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Sofiah saat Rapat Koordinasi Kelurahan Bersinar di Hotel Onih, Jalan Paledang, Kota Bogor, Selasa (23/7/2024).

Ia menjelaskan, berdasarkan data Polresta Bogor Kota per Januari, sudah ada 34 tersangka dari 25 laporan yang masuk.

Mereka ditangkap dengan barang bukti, berupa sabu seberat 49,59 gram, ganja 1,87 kg, tembakau sintetis 15,5 kg, obat psikotropika sebanyak 5115 butir.

Lalu dari Januari sampai 14 Juli 2024, Polresta Bogor Kota telah menangkap 26 bandar dan kurir narkoba, dengan barang bukti berupa sabu seberat 491 gram, ganja seberat 2,1 kg, tembakau sintetis 131 gram.

"Semua yang ditangkap berasal ragam latar belakang, diantaranya adalah mahasiswa, pasangan suami istri dan lainnya," bebernya.

Selain peredaran tradisional, diketahui di wilayah Bogor ada home industri yang memproduksi narkoba berupa pil PCC sebanyak 1 juta butir.

Tak hanya itu, terdapat kasus anak remaja mengkonsumsi kecubung, sehingga membuatnya kehilangan kesadaran bahkan memakan korban jiwa.

"Adanya korban para pelaku dari kalangan pelajar, program ke depan dipandang perlu untuk membuat MOU dengan seluruh perguruan tinggi. Sehingga, menjadi peduli dengan ancaman yang ada," jelasnya.

Syarifah menerangkan, rakor ini bertujuan menyusun proker agar bisa segera diterapkan.

Penerapannya nanti akan dimonitor, mulai dari implementasi program serta temuan-temuan yang diperoleh dan akan dievaluasi bersama-sama oleh Pemkot dan BNNK.

"Ini membahas rencana dan program-program Kelurahan Bersinar yang dapat dilaksanakan pada setiap kelurahan, mulai hari ini hingga ke depan nanti," jelasnya.

Dirinya pun berharap lewat rakor ini, peserta bisa berbagi pengalaman soal pola-pola peredaran dan penyaluran narkoba. Sehingga bisa dipelajari dan menjadi bahan dalam mengidentifikasi.

"Dan terbangun benteng dalam wujud daya tahan, daya tangkap dan daya tangkal yang mampu membentengi diri untuk tidak tergoda terhadap ajakan-ajakan mengkonsumsi atau mengedarkan barang haram tersebut," bebernya.

Kabag Kemasyarakatan Setda Kota Bogor, Abdul Wahid mengungkapkan banyaknya peredaran narkoba tidak serta merta menjadi tanggung jawab polri maupun TNI. Melainkan tanggung jawab bersama dalam wujud partisipasi aktif dari organisasi kemasyarakatan.

“Masyarakat bergerak bersama melawan narkoba mewujudkan kelurahan bebas narkoba dan membagun komitmen bersama dalam menjaga lingkungan kelurahan agar terbebas dari penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#kota bogor #kasus narkoba #Kelurahan Bersinar