Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Begini Cara TK Al Muslimun Memperingati Hari Anak Nasional, Berkostum ala Negeri Padang Pasir

Imam Rahmanto • Selasa, 23 Juli 2024 | 21:27 WIB
Murid dari TK Al Muslimun mengikuti pawai memperingati Hari Anak Nasional dan Tahun Baru Hijriah di Kelurahan Bantarjati, Bogor Utara, Selasa (23/7). (Foto: Imam Rahmanto)
Murid dari TK Al Muslimun mengikuti pawai memperingati Hari Anak Nasional dan Tahun Baru Hijriah di Kelurahan Bantarjati, Bogor Utara, Selasa (23/7). (Foto: Imam Rahmanto)

RADAR BOGOR - Nuansa Tahun Baru Hijriah belum sepenuhnya pudar dari Kota Bogor. Atmosfernya masih terasa lekat dalam festival dan pawai bersama anak-anak TK Al Muslimun di kompleks Perumahan Indraprasta,  Selasa (23/7).

Halaman Masjid Al Muslimun, Kelurahan Bantarjati, sudah riuh pagi-pagi. Ibu-ibu berkostum hitam dengan jilbab senada menyatu dalam satu kerumunan. Diikuti dengan para lelaki paruh baya yang mengenakan pakaian ala sultan-sultan Arab.

Dari sisi yang lain, anak-anak kecil dengan pakaian muslim menyatu dalam barisan. Anak-anak itu didampingi oleh orang tua masing-masing, sembari menggandeng tangan mungilnya. Tas kecil anaknya juga tersampir di bahu bapak.

Mereka baru saja akan memulai perjalanan merayakan Tahun Baru Muharam dan Hari Anak Nasional. Pawai itu menempuh rute singkat berkeliling kompleks Perumahan Indraprasta. Lapangan Kresna pun menjadi salah satu rute yang dilintasi sekira 70 murid Playgroup dan TK Al Muslimun itu.

Kepala Playgroup dan TK Al Muslimun, Dedeh Widya mengakui, kostum yang dikenakan anak-anak itu ditentukan sebagai tema festival, yakni Arabian. Mereka diminta untuk mengenakan kostum ala negeri Padang Pasir. Tentu saja, "dress code" itu juga harus disempurnakan oleh kostum orang tua atau pendampingnya.

"Orang tua dan pendamping memang harus menggunakan juga tema Arabian, biar kompak. Dan anak-anak lebih semangat lagi, kita juga adakan fashion show," ungkap Dedeh kepada Radar Bogor, Selasa (23/7).

Fashion show itu digelar usai menempuh rute berkeliling kompleks. Pelataran di samping Masjid Al Muslimun menjadi catwalk bagi anak-anak kecil itu. Mereka menjelma sebagai model cilik dalam sehari. Namun, tetap saja harus didampingi oleh orang tuanya masing-masing.

Meski begitu, anak-anak lucu itu tetap mendapatkan hadiah dari penampilan mereka di hadapan juri. "Memang cuma dinilainya satu kelas yang terbaik. Ada 3 kelas, yaitu Playgroup, TK A, dan TK B," imbuh Dedeh.

Dedeh pun bersyukur, acara tersebut berlangsung sangat meriah. Momentum tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana pengenalan lingkungan kepada anak-anak tersebut.

"Karena ini masih minggu MPLS, masih masuk pengenalan lingkungan. Ada apa aja sih di lingkungan kita, seperti masjid, warga perunahan, dan lainnya. Bahkan, bisa menumbuhkan kreativitas dan kekompakan antara anak, ortu, dan guru," ungkap Dedeh.

Ia pun berharap, acara yang sama masih bisa digelar lagi pada tahun-tahun mendatang. Secara khusus, Dedeh juga berharap agar jumlah muris TK Al Muslimun bisa bertambah lebih banyak lagi.

Menurutnya, pendidikan di TK Al Muslimun cukup istimewa. Karena menyandang label sebagai TK Islam, mereka mengajarkan berbagai praktik ibadah kepada anak-anak. Mulai dari Salat Duha, salat berjemaah, wudu, doa sehari-hari, surat-surat pendek, hingga beberapa hadis pilihan.

"Alhamdulillahnya, kita juga selalu di-support DKM dalam setiap kegiatannya, baik tenaga maupun biaya," imbuhnya.

Meski sudah rutin dilaksanakan setiap tahun, pawai Tahun Baru Hijriah kali ini menjadi yang pertama berkolaborasi dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Muslimun. Tak heran, banyak pengurus yang ikut berpartisipasi dalam pawai rute singkat tersebut. Tak ketinggalan, berbagai atribut dengan tema "padang pasir" juga dikenakan para bapak-bapak hingga ibu-ibu.

Sementara itu, Ketua DKM Al Muslimun Alex Zulkarnain juga mengapresiasi pawai yang melibatkan anak-anak itu. Ia tak menampik, antusiasme juga ditunjukkan oleh para pengurus masjid yang sengaja berkostum mengikuti tema yang ditentukan.

Momen kebersamaan semacam itu penting ditunjukkan kepada anak-anak. Hal itu sekaligus menjadi pengalaman dan kebahagiaan bagi anak-anak yang melihat para orang tua. Anak-anak membutuhkan lebih banyak contoh dengan melihat secara langsung.

"Acara ini memang sekaligus menjadi penutup dari rangkaian kegiatan program-program (DKM Al Muslimun) selama ini. Alhamdulillah, acara-acara kita berjalan lancar dan pengurus juga bisa kolaborasi meramaikan acara dari anak-anak TK Al Muslimun," pungkas lelaki yang juga merayakan usia ke-62 tahunnya, kemarin.(mam)

Editor : Muhammad Ruri Ariatullah
#hari anak nasional #tahun baru hijriah #radar bogor #dkm