Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Telinga Si Kecil Mengeluarkan Air? Bunda Warga Bogor Jangan Panik, Ini Cara Menanganinya

Yosep Awaludin • Kamis, 25 Juli 2024 | 09:15 WIB
Ilustrais telingan anak berair
Ilustrais telingan anak berair

RADAR BOGOR - Air yang keluar di telinga dapat menjadi tanda infeksi, dan infeksi ini sering menyerang anak-anak.

Telinga berair akibat infeksi pada anak dapat menyebabkan berbagai komplikasi jika tidak ditangani dengan benar.

Jika Anda melihat telinga berair atau cairan menumpuk di belakang gendang telinga, Anda memiliki infeksi telinga.

Anak-anak di bawah tiga tahun, atau batita, adalah yang paling rentan terkena telinga berair akibat infeksi karena sistem kekebalan mereka masih berkembang dan menantang infeksi.

Selain itu, saluran eustachius telinga anak lebih pendek dan lebih sempit daripada orang dewasa, sehingga cairan lebih sulit keluar dari telinga.

Telinga Berair pada Anak Akibat Infeksi : Penyebab dan Gejala

Otitis media adalah istilah lain untuk infeksi telinga pada anak yang ditandai dengan telinga berair. Cairan tersebut berasal dari gendang telinga yang mengalami infeksi dan pecah, meninggalkan lubang. Gendang telinga yang pecah ini dapat pulih dalam beberapa minggu setelah infeksi sembuh.

Alergi, pembengkakan sinus, polip, amandel, atau perubahan tekanan udara adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan telinga berair pada anak.

Infeksi ini dapat menyebabkan telinga berair, yang dapat menyebabkan gejala seperti:

- Demam
- Gangguan pendengaran
- Mual
- Tidak enak badan
- Kurang nafsu makan
- Telinga terasa penuh, sakit, berdengung, dan tersumbat
- Perubahan perilaku, seperti menjadi lebih rewel atau menangis lebih sering
- Sulit tidur

Telinga berair yang bertahan lama disebut congek. Ini terjadi selama beberapa hari dan akan pulih dalam satu minggu.

Baca Juga: Berkontribusi Turunkan Stunting, Kepala DPPKB Dapat Apresiasi dari Wakil Ketua DPD KNPI Kota Bogor

Bayi yang tidak menerima ASI lebih sering mengalami telinga berair akibat infeksi daripada bayi yang menerima ASI.

Jika bayi berusia di bawah enam bulan mengalami salah satu gejala ini, yang disertai dengan demam di atas 39 derajat Celcius, segera berkonsultasi dengan dokter.

Penanganan Infeksi Telinga yang Menyebabkan Telinga Berair pada Anak

Dokter melakukan beberapa hal untuk mengobati telinga berair yang disebabkan oleh infeksi pada anak-anak, tergantung pada tingkat keparahan dan lamanya infeksi. Ini termasuk:

1. Pemberian obat untuk meredakan nyeri

Sistem kekebalan anak dapat menangani beberapa infeksi, sehingga infeksi telinga biasanya sembuh sendiri. Namun, infeksi yang menyebabkan telinga berair dapat menyebabkan demam dan nyeri, yang sangat tidak nyaman bagi anak.

Untuk mengatasinya, Anda harus mengambil obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen.

2. Pemeriksaan tambahan

Dokter mungkin menyarankan pemeriksaan cairan telinga untuk mengidentifikasi kuman penyebab infeksi jika infeksi dianggap cukup parah.

Dokter juga mungkin melakukan tes pendengaran dan pemeriksaan dengan scan CT kepala untuk mengetahui apakah infeksi telah menyebar ke bagian telinga lainnya.

3. Terapi antibiotik

Antibiotik tidak diperlukan untuk setiap kasus telinga berair akibat infeksi. Anak berusia di bawah dua tahun biasanya menerima antibiotik karena risiko infeksi yang lebih tinggi.

Selain itu, antibiotik diberikan jika infeksi yang menyebabkan telinga berair tidak sembuh dalam dua hingga tiga hari, dan jika kondisi tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri.

4. Tindakan medis

Miringotomi adalah prosedur medis yang dilakukan dengan membuat lubang kecil di gendang telinga untuk mengeluarkan cairan telinga, seperti darah, air, atau nanah, jika anak memiliki telinga berair karena infeksi berulang atau bahkan karena gangguan pendengaran.

Supaya penanganan dapat dimulai dengan cepat, sangat penting untuk mengetahui penyebab telinga berair akibat infeksi serta gejalanya.

Infeksi telinga dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti gangguan pendengaran, keterlambatan bicara atau perkembangan, gendang telinga robek, dan penyebaran infeksi ke jaringan di sekitar telinga jika tidak ditangani segera.

Untuk mencegah kambuhnya telinga berair akibat infeksi, penting untuk menyelesaikan imunisasi anak, memastikan kondisi udara bersih di rumah, membiasakan cuci tangan, dan memberikan ASI eksklusif kepada anak. Selain itu, sangat penting untuk tidak membiarkan anak tidur sambil minum susu botol.

Segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat untuk kondisi telinga berairnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #infeksi #telinga