Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bertemu Anak Difabel, Dedie A Rachim Beri Semangat dan Dukung Pemenuhan Hak Pendidikan

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 25 Juli 2024 | 14:07 WIB
Dedie A Rachim bersama puluhan anak difabel dalam acara peringatan bertajuk Senandung Hari Anak Nasional ini digelar Jl. Ciremai 12 Kota Bogor.
Dedie A Rachim bersama puluhan anak difabel dalam acara peringatan bertajuk Senandung Hari Anak Nasional ini digelar Jl. Ciremai 12 Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Dedie A Rachim bersama puluhan orang tua dan anak difabel merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan bertajuk Senandung Hari Anak Nasional ini digelar Jl. Ciremai 12 Kota Bogor.

Dedie A Rachim mengatakan kegiatan ini secara khusus mengundang anak difabel agar mendapatkan hak yang sama untuk merayakan Hari Anak.

Ini juga upaya mendukung kesetaraan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. "Kesetaraan dalam hal kualitas pendidikan mestinya mereka juga terima sama dengan anak-anak yang lain," kata Dedie A Rachim, Kamis (25/7/2024).

Selain itu, dirinya juga ingin memotivasi orang tua anak agar tetap semangat. Dirinya berharap kegiatan ini bisa memicu pemerintah dan juga sektor swasta untuk terus memperhatikan anak difabel.

"Jadi namanya penanganan difabel, urusan kita semua. Urusan negara, swasta, pemerintah, dan semua urusan unsur masyarakat ada di dalamnya," ungkapnya.

Dirinya berharap anak difabel terus diperhatikan sebab juga merupakan bagian dari masa depan bangsa. Mereka harus ikut dipersiapkan dengan pendidikan yang baik agar memiliki masa depan yang cerah.

Tadi sekedar mengingatkan kepada kita semua, anak anak adalah masa depan bangsa dan tentu harus

"Kita persiapkan mereka dari sekarang dengan cinta, kebersamaan, kolaborasi, dan dengan sinegritas. Mudah mudahan mereka menjadi generasi emas tahun 2045," harapnya.

Lebih jauh, dirinya mengaku turut prihatin atas tingginya kasus kekerasan terhadap anak. Menurutnya peran orang tua dan lingkungan seharusnya membantu meningkatkan kualitas kehidupan anak menjadi lebih tinggi lagi.

"Jadi jangan sampai kemudian, karena persoalan tingkat kualitas berkomunikasi orang tua dengan anak kemudian menelantarkan anak itu sendiri, sehingga mereka mempunyai jalur berekpresi sendiri," bebernya.

Dia pun mengajak agar semua pihak untu saling mengingatkan dalam mendidik dan mengajar anak. Agar perilaku kekerasan tidak terjadi lagi kedepannya.

"Perlu diperhatikan aalah satu penyebab kekerasan terhadap anak yang disebabkan dengan kurang dekatnya orang tua dengan anak," ujar Dedie A Rachim. (rp1)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #hari anak nasional #dedie a rachim #difabel