RADAR BOGOR - Kenaikan harga bahan pokok khususnya cabai rawit terjadi di Kota Bogor.
Kenaikan cabai rawit, membuat warga menjerit terkhususnya ibu-ibu Kota Bogor yang memerlukannya setiap hari.
Salah satunya Latifah, warga Kota Bogor yang harus mengurangi belanja cabai rawit, semenjak harga naik.
Padahal dirinya sangat memerlukan cabai untuk jadi bahan jualan.
"Dulu waktu sebelum naik biasanya beli setengah kilo dengan harga Rp25 ribu karena sekilonya Rp50 ribu. Sekarang sekilonya Rp100 ribu jadi kalau mau beli tetap Rp25 ribu harus beli seperempat," bebernya.
Dirinya sendiri berjualan ayam bakar dan goreng. Kenaikan ini membuat dirinya merasa rugi karena perlu merogoh kocek yang lebih dalam lagi.
"Saya maunya harganya bisa cepet turun ya, apa lagi sayakan berjualan," ujarnya.
Perempuan berusia 57 tahun ini, pun berharap agar pemerintah segera menurunkan harga cabai. Jangan sampai harga cabai akan mempengaruhi harga bahan pokok yang lain.
"Minta tolong pemerintah kasih turun harga cabenya karena mahal sekali kalau harus beli dengan harga segitu," ungkapnya.
Adapun di Pasar Bogor, kenaikan harga cabai ini terjadi dalam kurun waktu seminggu kebelakang. Salah satu pedagang Mas'sum (47) menyebut kenaikan mencapai dua kali lipat.
"Ini sudah beberapa hari kenaikannya. Dari harga awal harga cabai rawit itu Rp60 ribu perkilogram, sekarang Rp100 ribu," katanya.
Namun demikian, dirinya menilai hal ini sering terjadi. Sehingga dirinya tetap membeli cabe dari distributor dengan jumlah yang sama setiap harinya.
"Gak ada pengurangan sih stok, saya tetap jualnya 20-30 kilo sehari," ungkapnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga