RADAR BOGOR - Juntaian kabel internet di akses masuk dan keluar Baranangsiang Bogor, membuat kendaraan berukuran besar kerap nyangkut di lokasi tersebut.
Pantauan Radar Bogor pada Jumat (26/7/2024) pagi menunjukkan utilitas kabel internet yang ada di ruas jalan tersebut tampak semrawut dan membahayakan.
Juntaian kabel internet itu terlihat sangat pendek sehingga rawan menyangkut pada bus atau truk yang menuju atau keluar dari Tol Jagorawi.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) berencana akan merelokasi utilitas internet di kawasan itu ke dalam tanah.
Kepala Dinas PUPR, Rena Da Frina mengatakan upaya relokasi itu akan mereka mulai pada awal Agustus 2024 mendatang.
Berbeda dengan dua lokasi relokasi utilitas sebelumnya (Jalan Otto Iskandardinata dan Jalan Ahmad Yani), proses relokasi di kawasan ini akan menggunakan metode bor.
"Untuk yang di titik ini (Tol Jagorawi) kami tidak akan menggunakan metode galian. Karena ini jalur yang digunakan Presiden jadi tidak boleh ada galian. Akan kami gunakan metode boring," jelasnya.
Pada titik ini akan ada sebanyak 22 kabel internet milik provider yang akan direlokasi. Panjang saluran kabel yang akan dibuat yakni 220 meter, terbentang dari Cidangiang hingga Restoran Wingstop, Kecamatan Bogor Timur.
Rena menyebut, proyek ini akan berlangsung selama tiga bulan hingga November 2024 mendatang. Ia memastikan proyek ini tidak akan menggunakan APBD. Seluruh biaya yang dipakai berasal dari Apjatel.
Upaya penataan kabel udara memang tengah menjadi fokus Dinas PUPR selama beberapa tahun terakhir.
Relokasi kabel udara ke dalam tanah ini sudah berlangsung lebih dulu pada utilitas yang nerada di Jalan Otista sampai Alun-alun Kota Bogot dan depanjang Jalan Ahmad Yani. (fat)
Editor : Yosep Awaludin