RADAR BOGOR - Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH), Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kota Bogor, usung prinsip keadilan dalam penyelesaian krisis iklim, Minggu (28/7/2024).
Kepala DLH Kota Bogor, Denni Wismanto mengatakan prinsip keadilan dalam penyelesaian krisis iklim, sengaja di usung sebagai bentuk upaya dari pemkot untuk mengajak seluruh pihak dalam menjaga kesehatan lingkungan.
“Jadi tidak bisa orang yang memberikan dampak itu dibiarkan saja, tetapi juga hayu secara bersama-sama sesuai dengan kemampuannya untuk menjaga lingkungan lebih baik lagi,” tutur Kepala DLH Denni.
Oleh karena itu, DLH memiliki beberapa program yang bisa menunjung prinsip keadilan dalam penyelesaian krisis iklim, salah satunya yaitu uji emisi pada kendaraan yang melintas di Kota Bogor.
“Bagaimana kendaraan kendaraan yang tidak memenuhi baku mutu kan itu harus dengan segera diperbaiki, kan itu bagian juga dari berkeadilan, jangan dia mau make kendaraan tapi kendaraannya diatas baku mutu dan lain lain,” beber Denni.
Dalam rangkaian puncak peringatan hari lingkungan hidup ini, DLH menyusun berbagai macam kegiatan yang bisa diikuti oleh seluruh warga Kota Bogor.
Diantaranya yaitu, flogging atau pengambilan sampah yang ada disekitaran sempur, dan untuk menambah pengetahuan tentang cara menjaga lingkungan, DLH juga membuat minu seminar.
“Bagaimana kita juga mendengar para pakar menyampaikan tentang tema hari ini, kemudian ada juga praktiisi yang menymapaikan bagaiamana cara penanganan iklim lingkungan dan perubahan iklim dan lain lain,” ujar Denni.
Kemeriahan kegiatan puncak peringatan hari lingkungan hidup ini juga diberi apresiasi oleh Sekertaris Daerah Kota Bogor, Syarifah. Ia berharap dengan adanya kegiatan ini dapat membangkitkan semangat untuk kembali merebut piala Adipura yang ketiga.
Namun menurut Syarifah, untuk kembali merebut piala Adipura itu tidak bisa hanya mengandalkan DLH, melainkan perlu peran aktif dari masyrakat itu sendiri.
Dengan kerja sama seluruh pihak, kata Syarifah, bukan cuma piala Adipura yang akan didapatkan, melainkan manfaat baik dari lingkungan juga akan dapat dirasakan.
“Tetapi kalau kita tidak menjaga alam, dibiarkan sedimentasi banyak sampah maka alam juga tidak akan menjaga kita akhirnya terjadinya lagi banjir,” kata Syarifah pada Radar Bogor.
Syarifah juga mengingatkan kepada para orang tua untuk sering sering mengedukasi kepada anak anaknya agar senantiasa terbiasa untuk menjaga alam dan lingkungan sekitar.
“Juga kepada pengajar, guru kepada muridnya, kemudian di semua institusi mengedukasi kepada semua anggotanya,” bebernya. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin