Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sambut Momentum Hari Anak, DPK GMNI Universitas Djuanda lakukan Penanaman Bibit Pohon bersama Masyarakat Kampung Ciparahu Kabupaten Bogor

Rani Puspitasari Sinaga • Senin, 29 Juli 2024 | 16:11 WIB
Sambut Momentum Hari Anak, DPK GMNI Universitas Djuanda lakukan Penanaman Bibit Pohon bersama Masyarakat Kampung Ciparahu Kabupaten Bogor
Sambut Momentum Hari Anak, DPK GMNI Universitas Djuanda lakukan Penanaman Bibit Pohon bersama Masyarakat Kampung Ciparahu Kabupaten Bogor

RADAR BOGOR,  Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Melakukan Temu Desa dan Festival Hari Anak nasional ke Desa Sukajaya Kabupaten Bogor tepatnya di Kampung Ciparahu.

Menyambut momentum hari anak nasional DPK GMNI Universitas Djuanda Bogor mengangkat tema "Mengedukasi Akan Pentingnya Melestarikan Lingkungan Alam Sekitar."

Dalam agenda tersebut telah dilaksanakan penanaman bibit pohon bersama masyarakat kampung Ciparahu Bogor, festival pentas seni budaya, permainan tradisional hingga bazar pakaian gratis.

Raja Aybeun selaku ketua DPK GMNI Universitas Djuanda mengapresiasi dan bangga kepada seluruh masyarakat yang telah memeriahkan kegiatan ini.

"Sebagai organisasi penganut ideologi Marhaenisme kami mencoba untuk memberikan manfaat dan mencoba untuk mengimplementasikan Marhaenisme di lingkungan masyarakat," kata dia.

"Kami mencoba untuk mengedukasi pentingnya menjaga lingkungan alam dan mencoba untuk mengarahkan pembelajaran positif kepada anak - anak di Kampung Ciparahu dan tetap menjaga seni dan budaya yang sudah dipertahankan," lanjutnya.

Tidak hanya peduli lingkungan, tetapi GMNI Universitas Djuanda mencoba untuk bersinergi dalam bidang pendidikan bersama masyarakat kampung Ciparahu Kiarasari.

Moch Daffa selaku ketua panitia Temu Desa dan Festival hari anak mengatakan, pendidikan saat ini sangat lah amat penting bagi anak-anak yang berusia 5 - 17 tahun, karena mereka lah yang akan menjadi penerus bangsa.

Namun berbeda apa yang terjadi oleh anak-anak pelosok kabupaten Bogor khusus di desa ciparahu Kiarasari yang menghadapi berbagai tantangan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

"Melihat kondisi tersebut, diperlukan upaya yang terpadu dan sistematis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di desa ciparahu Kiarasari. Salah satu langkah yang diusulkan adalah melalui pengembangan fasilitas sekolah dan pelatihan siswa secara berkala," kata Daffa.

Dede Supandi, salah satu tokoh masyarakat Kampung Ciparahu mengatakan, agenda tersebut disambut baik oleh seluruh masyarakat dan tokoh desa maupun tokoh kesepuhan di Kampung Ciparahu.

"Ini menjadi langkah awal menuju sekolah ramah anak dan tangguh bencana," ucapnya.

Selain itu, acara ini juga bertujuan membentuk Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). Seluruh wali murid MI Al-Amanah Ciparahu juga ikut ambil bagian, menunjukkan betapa pentingnya acara ini bagi masyarakat setempat.

Melalui perayaan ini, diharapkan tercipta kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan demi masa depan anak-anak," katanya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #Hari Anak Nasinal #DPK GMNI Universitas Djuanda