Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pengelola Jalur Pendakian Ajisaka Gunung Salak Bogor Bantah Pungli, Ini Penjelasannya

Septi Nulawam Harahap • Senin, 29 Juli 2024 | 19:21 WIB
Pendakian Gunung Salak Jalur Ajisaka Bogor Tuai Protes Hingga Boikot
Pendakian Gunung Salak Jalur Ajisaka Bogor Tuai Protes Hingga Boikot

RADAR BOGOR - Pengelola jalur pendakian Ajisaka Gunung Salak Bogor angkat bicara usai mendapat aksi protes dari para pendaki.

Penanggung jawab jalur pendakian Ajisaka Gunung Salak Bogor, Surya menyatakan bahwa pihaknya memiliki dasar dalam membuat regulasi meskipun dibanjiri keluhan.

"Ini opini pribadi untuk memprovokasi yang lain, regulasi ada karena kondisi jalur pendakian Ajisaka Gunung Salak Bogor memang tidak umum untuk pendaki sekarang yang kapasitas pengetahuan dan wawasan tentang gunungnya minus," tegasnya, Senin (29/7).

Perihal deposit sampah, kata dia, regulasi itu dibuat lantaran selama ini pihaknya acapkali menemukan pendaki yang tidak bertanggungjawab.

Seringkali pendaki meninggalkan anggota rombongannya, sehingga tidak terorganisir dan terinformasikan ke pihak basecamp atau pengelola.

"Tidak ada tanggung jawab menyelamatkan. Selain itu, regulasi ini ingin memberatkan open trip yang membawa banyak tamu. Jadi tidak bisa semena-mena bawa tamu banyak. Sementara anggotanya hanya 2 - 3 orang. Pesertanya sampai puluhan," paparnya.

Sementara, terkait regulasi yang melarang pendaki sakit dan mati, Surya mengaku sengaja dibuat agar para pendaki paham dan fokus.

Terkadang, dia melihat masih banyak pendaki yang minim literasi sehingga menggeneralisasi pola pemikiran negatif.

"Mungkin bagi orang yang berpikir, kata-kata itu maksudnya berarti fisik saya harus kuat untuk naik gunung. Karena itu sebenarnya intinya, menjelaskan secara kata-kata kalau tempat ini gak main-main," tegasnya.

Surya juga membantah bahwa pihaknya melakukan pungli atas nama regulasi. Lagi-lagi, dia menyebut regulasi itu ada karena disebabkan pelanggaran yang dilakukan pendaki sebelumnya.

Menurutnya, tuduhan itu datang dari orang-orang awam yang tidak paham kondisi mengenai Gunung Salak via jalur pendakian Ajisaka.

Keluhan-keluhan yang kadung beredar di media sosial juga dia menilai hanya opini pribadi untuk memprovokasi para pendaki lainnya.

"Mungkin orang-orang umum menyangka kami pungli, sarkas, tidak peduli dengan pendaki, padahal realita di lapangan itu sudah tugas dan kewajiban kami, kalau ada apapun harus standby dan mengkondisikan keadaan," tukasnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #Ajisaka #gunung salak