Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Meski Idap Banyak Penyakit, Juru Parkir di Bogor Ini Tak Kenal Lelah Bekerja Demi Hidupi Keluarga

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 30 Juli 2024 | 08:57 WIB
Edi juru parkir di kawasan Cibinong Kabupaten Bogor.
Edi juru parkir di kawasan Cibinong Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR - Kisah inspiratif datang dari salah seorang warga Cibinong bernama Edi (75) yang bekerja sebagai juru parkir. Ia tak pernah kenal lelah untuk bekerja demi hidupi keluarga.

Padahal menurut pengakuan Edi, selama beberapa tahun terakhir ia mengidap beberapa penyakit yang terkadang mengganggu pekerjaannya sebagai juru parkir.

“Saya ada paru-paru, terus jantung. Kemarin sempat kena stroke ringan tapi sekarang sudah sedikit mendingan,” tutur juru parkir di Bogor itu pada Radar Bogor Senin (29/7/2024).

Pantauan Radar Bogor, saat menjalani pekerjaannya sebagai juru parkir, Edi selalu membawa tongkat, hal itu dilakukan lantaran ia kesulitan untuk berjalan.

Meskipun begitu, Edi selalu bersemangat untuk melakoni pekerjaannya, karena selain untuk menghidupi keluarga, ia juga ingin mencontohkan kepada anak-anaknya bahwa kehidupan memang harus diperjuangkan.

“Saya mulai dari jam 06.00 WIB sampe jam 21.00 WIB, tapi setelah zuhur saya istirahat kadang juga bergantian dengan kawan saya,” jelas Edi.

Bapak empat orang anak itu mengaku, sedari kecil memang sudah ditanamkan oleh almarhum ayahnya untuk bekerja keras, sehingga Edi juga ingin menularkan didikan ayahnya itu kepada anak-anaknya.

Edi pun sangat menyayangkan kepada anak-anak muda yang masih malas untuk bekerja, padahal, kata Edi, umur muda seharusnya banyak yang bisa dilakukan.

Pada Radar Bogor, Edi menceritakan jika pekerjaan menjadi juru parkir telah dilakoni sejak 1973, hingga sekarang.

Sebelum menjadi juru parkir, Edi mengaku sempat menjadi anak buah kapal, yang pernah keliling ke beberapa negara.

“Selama 8 tahun kurang lebih, cuma waktu itu saya di fitnah akhirnya saya tidak lagi bisa bekerja menjadi anak buah kapal,” papar Edi.

Tapi Edi menegaskan, meski menjadi juru parkir yang penghasilannya tidak tetap, ia sangat bersyukur karena uang yang dihasilkannya berasal dari pekerjaan halal.

Meskipun begitu, sebagai orang tua, Edi tidak menginginkan empat orang anaknya merasakan hal yang serupa dengannya, yakni menjadi juru parkir. (cr1)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #juru parkir #penyakit