Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Warga Bogor yang Punya Sifat Perfeksionis Harus Hati-hati, Ada Bahaya yang Mengintai. Ini Cara Mengatasinya!

Yosep Awaludin • Selasa, 30 Juli 2024 | 10:33 WIB
Ilustrasi sikap perfeksionis
Ilustrasi sikap perfeksionis

RADAR BOGOR - Sikap Perfeksionis membuat seseorang ingin semuanya berjalan dan tampil dengan sempurna. Namun, perfeksionis dapat menyebabkan depresi dan masalah kesehatan tubuh.

Perfeksionis adalah orang yang selalu berusaha tampil sempurna, seringkali dengan kritik berlebihan terhadap diri sendiri dan orang lain.

Perilaku ini dapat dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak usia muda. Bahkan, penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak saat ini lebih cenderung menjadi perfeksionis daripada generasi sebelumnya.

Tipe-tipe Perfeksionis

1. Perfeksionis adaktif

Perfeksionis adaptif memiliki standar tinggi untuk diri sendiri dan orang lain, dan mereka dianggap sehat dan terarah. Dalam situasi sulit, mereka cenderung sangat teliti dan gigih. Selain itu, mereka tidak bereaksi terlalu keras ketika kegagalan terjadi atau ketika tidak semua tujuannya terpenuhi.

Perfeksionis adaptif menekankan hal-hal yang baik dan mendorong orang untuk bertindak dengan baik. Selain itu, perilaku ini cenderung dikaitkan dengan prestasi yang tinggi di sekolah dan tempat kerja serta kesehatan psikologis yang baik.

2. Perfeksionis yang tidak beradaptasi

Perfeksionis jenis ini dianggap berlebihan dan tidak sehat, dan mereka biasanya memiliki karakteristik seperti yang disebutkan di bawah ini:

- Terlalu sibuk berpikir tentang kesalahan yang telah dia lakukan sebelumnya
- Takut akan melakukan kesalahan yang baru
- Terlalu memikirkan harapan tinggi orang lain terhadapnya
- Membandingkan diri sendiri dengan orang lain
- Takut ditolak
- Tidak yakin dengan diri sendiri
- Tidak yakin apakah upaya yang dilakukannya sudah tepat

Karena kecenderungannya untuk menimbulkan reaksi yang berlebihan, perfeksionis maladaptif dianggap tidak sehat. Ini dapat menyebabkan stres dan depresi.

Baca Juga: Indonesia Juara Piala AFF U-19, Puluhan Remaja Pawai Keliling Kebun Raya Bogor

Perfeksionis jenis ini, misalnya, dapat mengalami sakit perut yang parah saat menjalani tes atau presentasi karena takut tidak dapat memenuhi harapan orang lain.

Masalah kesehatan mental seperti merasa tidak bahagia, merasa rendah diri yang berlebihan, gangguan makan, dan insomnia sering dikaitkan dengan perilaku perfeksionisme maladaptif.

Berbagai Risiko yang Dihadapi oleh Perfeksionis

Sangat ingin sempurna dapat menyebabkan masalah, baik fisik maupun mental. Beberapa risiko yang terkait dengan perfeksionis adalah sebagai berikut:

1. Tidak dapat menikmati hidup

Bahaya pertama dari perfeksionis adalah menghalangi penderitanya untuk menikmati hidup. Apa pun yang terjadi di sekitar mereka selalu membuat mereka khawatir atau mengkritik. Mereka juga khawatir tentang masa depan atau menyesali sesuatu yang terjadi hari ini.

2. Hubungan interpersonal terganggu

Perfeksionis mungkin menilai orang lain dengan cara yang sama seperti mereka menilai diri mereka sendiri, yang dapat menimbulkan stres dan mengganggu hubungan sehari-hari.

3. Munculnya masalah kesehatan

Perfeksionis juga menjadi bahaya untuk mengalami gangguan kesehatan. Individu dengan kepribadian perfeksionis dapat mengalami gangguan kesehatan, seperti anoreksia nervosa, karena mereka berusaha mempertahankan pola makan yang sempurna dan tubuh yang ideal.

Selain itu, keinginan untuk selalu sempurna dapat menyebabkan stres, yang dapat menyebabkan depresi, merasa tidak bahagia dan tidak puas (disforia), kesepian, marah, ketidaksabaran, frustasi, obsesif kompulsif, insomnia, dan bahkan keinginan untuk bunuh diri.

4. Penurunan produktivitas

Perfeksionis juga bisa mengalami masalah menunda-nunda pekerjaan hingga tidak produktif. Perfeksionis mungkin terlalu sibuk berpikir tentang cara menyelesaikan tugas dengan sempurna hingga dia kehilangan fokus pada pekerjaannya.

Ini juga dapat berkembang menjadi ketakutan berlebihan terhadap kesalahan, juga dikenal sebagai atelophobia. Individu yang menderita atelophobia akan menghindari semua pekerjaan yang dapat membuat mereka melakukan kesalahan.

5. Kecewa yang berlebihan

Orang perfeksionis akan sangat sulit untuk bangkit dan mengatasi kegagalannya karena mereka cenderung menyalahkan diri dan berlarut-larut pada perasaan negatif ketika harapan mereka tidak terpenuhi. Selain itu, sifat perfeksionis juga dapat menyebabkan rasa kecewa yang berlebihan.

Mengatasi Kecenderungan Perfeksionis

Mengubah diri seseorang yang perfeksionis tidak mudah. Namun, jika Anda ingin mengendalikannya, Anda dapat memulai dengan melakukan beberapa hal berikut:

- Cobalah untuk menerima diri sendiri dan orang lain apa adanya, dan jangan berharap terlalu tinggi. Ingatlah bahwa setiap individu memiliki keunggulan dan kelemahan.

- Usahakan untuk tidak kelelahan dan sebisa mungkin menghindari perasaan bosan dan marah. Orang yang perfeksionis akan lebih gelisah dan cemas dalam situasi seperti ini.

- Belajar menerima kesalahan diri sendiri dan menghindari memikirkan kesalahan terlalu lama.

- Cobalah untuk menetapkan tujuan yang lebih masuk akal dan dapat dicapai, dan fokuslah pada satu pekerjaan sekaligus.

- Saat menghadapi sesuatu yang tidak sesuai harapan, tetaplah berpikir positif untuk menghilangkan cemas dan meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri.

- Seorang perfeksionis harus mendapatkan penanganan lebih lanjut dari seorang psikiater jika mereka sudah merasa tidak bahagia atau bahkan depresi. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #kesehatan #perfeksionis