Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

7 Warna Urine dan Artinya, Warga Bogor Harus Tahu Karena Menunjukkan Beberapa Masalah Medis  

Yosep Awaludin • Selasa, 30 Juli 2024 | 10:44 WIB
Ilustrasi kencing berbusa
Ilustrasi kencing berbusa

RADAR BOGOR—Dari waktu ke waktu, warna urine dapat berubah. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti obat-obatan yang dikonsumsi atau makanan yang dikonsumsi. Perubahan ini juga dapat menunjukkan masalah kesehatan yang sedang Anda alami.

Limbah cair yang dikeluarkan tubuh untuk mengeluarkan racun dan zat sisa dari dalam darah disebut urine.

Disebabkan fakta bahwa bahan-bahan tersebut tidak jarang dapat mengubah warna urine Anda, perubahan warna urine sering digunakan untuk menggambarkan kondisi kesehatan tubuh.

Agar Anda lebih waspada terhadap kesehatan Anda, Anda harus tahu bahwa urine normal biasanya berwarna bening sampai kuning pucat. Warna kuning ini dihasilkan oleh pigmen tubuh yang disebut urokrom.

Warna urine dapat menunjukkan beberapa masalah medis:

1. Warna bening

Warna urine yang bening menunjukkan bahwa Anda mengonsumsi lebih dari delapan gelas air putih setiap hari. Meskipun mengonsumsi lebih banyak air putih membantu menjaga tubuh terhidrasi, terlalu banyak air putih juga dapat menyebabkan tubuh kehilangan elektrolitnya. Urine yang jernih juga dapat menunjukkan penyakit hati seperti sirosis dan hepatitis.

2. Warna cokelat tua

Anda harus waspada jika urine Anda berwarna cokelat tua. Hal ini dapat menunjukkan masalah kesehatan hati, ginjal, infeksi saluran kemih, dan perdarahan, seperti anemia hemolitik.

3. Warna kuning pekat

Jika tubuh mengalami dehidrasi, urine menjadi kuning pekat. Kondisi ini dapat terjadi ketika jumlah cairan yang keluar dari tubuh lebih besar daripada yang masuk. Selain itu, kondisi ini biasanya disertai dengan gejala lain, seperti sakit kepala, kelelahan, atau kram otot.

Obat-obatan atau vitamin tertentu, seperti phenazopyridine dan vitamin B kompleks, juga dapat menyebabkan perubahan warna ini.

4. Warna oranye

Perubahan warna oranye pada urine adalah tanda tubuh yang mengalami dehidrasi. Perubahan warna ini juga dapat disebabkan oleh efek samping kemoterapi, obat pencahar, obat sulfasalazine, obat phenazopyridine, obat isoniazid, obat TB, rifampisin, dan riboflavin (vitamin B2) yang diambil dalam dosis tinggi.

5. Berwarna putih dan keruh

Air seni yang keruh atau berwarna putih seperti susu dan berbau dapat menjadi tanda infeksi saluran kemih yang disertai pembentukan nanah. Kondisi ini disebut piuria, dan dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, dan virus.

Adanya penumpukan sel darah putih, asam urat, protein, atau lemak pada urine juga dapat menjadi tanda urine menjadi keruh.

6. Warna merah muda

Warna urine merah atau merah muda dapat disebabkan oleh makanan yang Anda konsumsi, seperti bit, blackberry, atau buah naga merah. Efek samping obat infeksi saluran kemih tertentu, seperti rifampisin, dan obat tuberkulosis, juga bisa menjadi penyebabnya.

Selain warna urine merah, kondisi ini juga dapat menunjukkan gangguan kesehatan tertentu, seperti kencing berdarah, infeksi saluran kemih, penyakit ginjal, tumor atau batu di ginjal dan kandung kemih, gangguan prostat, anemia hemolitik, atau kelainan genetik porfiria.

7. Berwarna hijau atau biru

Anda mungkin terkejut dengan warna urine ini. Hiperkalsemia, penyakit yang melibatkan tingginya kadar kalsium dalam darah, dapat menjadi penyebab kondisi ini. Bahkan, bakteri yang menyebabkan infeksi saluran kemih juga dapat menyebabkan warna ini.

Selain itu, perubahan warna urine menjadi biru atau hijau juga dapat disebabkan oleh pewarna makanan, efek samping obat asma, antidepresan amitriptilin, obat bius propofol, dan zat warna metilen biru.

Perubahan warna urine dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari yang tidak berbahaya sampai yang berbahaya. Usia, riwayat kesehatan keluarga, dan aktivitas sehari-hari adalah beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan perubahan warna urine.

Jika perubahan warna urine Anda disebabkan oleh dehidrasi, Anda harus meningkatkan jumlah air putih yang Anda minum. Namun, jika warna urine Anda tidak kembali normal setelah Anda minum cukup air putih, Anda harus segera pergi ke dokter untuk diperiksa dan diobati sesuai kondisi Anda. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #kesehatan #urine