Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bahas Kesiapan Hadapi Aglomerasi, Universitas Nusa Bangsa Bogor Gelar Sarahsehan Inohong Jabar

Reka Faturachman • Rabu, 31 Juli 2024 | 09:57 WIB
Sarasehan Inohong Jabar di Auditorium Universitas Nusa Bangsa  Bogor, Minggu (8/7/2024)
Sarasehan Inohong Jabar di Auditorium Universitas Nusa Bangsa Bogor, Minggu (8/7/2024)

RADAR BOGOR - Gerakan Pemuda Islam bersama Universitas Nusa Bangsa (UNB) Bogor menggelar kegiatan Sarahsehan Inohong Jawa Barat (Jabar) pada Minggu (28/7/2024).

Sarasehan itu digelar untuk membahas soal persiapan dan kesiapan Provinsi Jawa Berat dalam menghadapi Program Aglomerasi, yang merupakan imbas dari Perubahan status DKI Jakarta dari Ibu Kota menjadi Daerah Khusus Jakarta.

Sejumlah tokoh yang hadir dalam sarasehan ini di antaranya Ketua Yayasan PKMK Nusantara, Doddy Imran Cholid, Bakal Calon Gubernur Jabar, Ilham Habibie, Bakal Calon Bupati Sukabumi, Ade, Bakal Calon Bupati Kabupaten Bogor, Ade Wardana, Bakal Calon Walikota Bogor, Sendi Fardiansyah, dan sejumlah tokoh Jabar lainnya.

Ketua Yayasan PKMK Nusantara, Doddy Imran Cholid memaparkan Aglomerasi merupakan kawasan yang saling memiliki keterkaitan fungsional.

Kawasan ini dihubungkan dengan sistem jaringan prasarana wilayah yang terintegrasi sekalipun berbeda dari sisi administratif sebagai suatu pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang berskala Global.

Akan ada 10 Kabupaten dan Kota yang bakal masuk dalam Kawasan Aglomerasi yakni Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasa, Kab. Bekasi, Kab. Bogor, Kota Bogor dan Kab. Cianjur.

"Dalam Kawasan Aglomerasi ini banyak kepentingan. Misalnya Jakarta yang perlu disupply bahan pokok, tenaga kerja, dan kebutuhan industri oleh 9 wilayah lain. Dan 9 wilayah ini yang perlu Jakarta untuk memasarkan barang-barang hasil produksinya," ujarnya pada acara sarasehan.

Namun disamping itu Kawasan Aglomerasi ini juga memiliki persoalan yang saling berunungan antara wilayah satu dengan lainnya.

Seperti, Jakarta yang tidak berharap adanya kiriman banjir, kemacetan, sampah, dan kepadatan penduduk dari 9 wilayah tersebut.

"Oleh karena itu seluruh wilayah dalam Kawasan Aglomerasi ini harus duduk bersama untuk menanggulangi permasalahan tersebut," terangnya.

Dengan menyelesaikan masalah bersama ini juga diharapkannya dapat memaksimalkan setiap potensi yang ada dalam Kawasan Aglomerasi.

Doddy berpendapat semestinya 9 wilayah selain Jakarta dalam Kawasan Aglomerasi mesti memasok produk yang dihasilkan berkualitas tinggi dan mengirim Sumber Daya Manusia yang berkompetensi sehingga potensi hubungan antar wilayah ini dapat memberikan hasil maksimal kepada semua wilayah. (fat)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #sarasehan #unb