RADAR BOGOR - Setelah lama dinanti masyarakat terutama pengguna kereta, Skybridge (jembatan layang) Stasiun Bogor-Paledang akhirnya bisa digunakan.
Penggunaan skybridge itu disampaikan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Bandung, Endang Setiawan kepada Radar Bogor pada Rabu (31/7/2024).
Ia menyebut, Skybridge Stasiun Bogor-Paledang itu sudah mulai dioperasikan pihaknya sejak Juli 2024 ini.
Namun skybridge itu saat ini hanya dibuka pada waktu tertentu saja, yakni saat jam operasional KA Pangrango. Hal itu karena BTP Kelas IA Bandung masih mengurus administrasi izin dari Daop 1 Jakarta.
"Untuk peresmiannya akan dilakukan setelah perjanjian kerja sama (PKS) selesai. Tetapi sekarang sudah bisa digunakan secara paralel terlebih dahulu," ujarnya.
Endang mengatakan, pihaknya sudah melakukan uji coba terkait penggunaan skybridge ini. Uji coba dilakukan selama sepekan dikhususkan bagi penumpang KA Stasiun Bogor-Paledang. Dirinya pun menyebut telah berkoordinasi dengan PT KAI terkait jalur pergerakan penumpang.
Sementara itu, hingga saat ini pihaknya masih menutup akses skybridge yang menuju Alun-Alun Kota Bogor dan Taman Topi Square.
Skybridge ini dibangun sejak September 2022 lalu. Untuk menyelesaikan proyek ini BTP Kelas IA Bandung membutuhkan 2 tahun anggaran dengan total mencapai Rp95 miliar.
"Progresnya sudah 100 persen. Secara pekerjaan kontrak sudah 100 persen. Tetapi saat ini terdapat area di Stasiun Bogor yang masih proses penyempurnaan sesuai dengan permintaan DAOP I Jakarta," ujarnya.
Skybridge ini memiliki panjang 200 meter dan lebar 3-6 meter itu akan mengintegrasikan 4 kawasan yakni Stasiun Bogor, Stasiun Paledang, Alun-alun Kota Bogor, dan Gedung Taman Topi Square.
Empat akses masuk dan keluar di antaranya arah Alun-Alun Kota Bogor, Hall Utama Stasiun Bogor, Taman Topi Square, Stasiun Paledang, dan terdapat 1 pintu exit darurat di area Jalan Sekolah. (fat)
Editor : Yosep Awaludin