RADAR BOGOR - Setelah menerima surat perizinan yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan, Stasiun Pondok Rajeg perbatasan Bogor dan Depok, dinyatakan siap untuk segera dioperasikan.
Dapat mengurai penumpang KRL Bogor - Depok - Jakarta, Stasiun Pondok Rajeg sudah menyelesaikan dokumen-dokumen, serta fasilitas layanan yang menjadi syarat pengoprasian Stasiun.
Direktur Prasarana BPTJ, Zamrides menjelaskan, prasarana perkeretaapian berupa jalur dan bangunan KA di Stasiun Pondok Rajeg Bogor dan Depok telah selesai diuji.
Dan dianggap memenuhi persyaratan teknis, berdasarkan hasil pengujian dari Balai Pengujian Perkeretaapian.
“Emplasmen (peron) yang tadinya 60 m kami perpanjang menjadi 240m, mengangat track diantaranya ada 40 cm sampai dengan 1,5 m. Untuk memenuhi uji prasarana, Stasiun Pondok Rajeg juga telah memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM)”, tegas Zamrides.
Guna mempermudah layanan penumpang, Stasiun Pondok Rajeg ini juga menyediakan tapping gate, vending machine, peralatan ticket counter, signage, dan kursi tunggu penumpang.
“Untuk mempercepat pengoperasian layanan Stasiun Pondok Rajeg, kami juga telah berkoordinasi dengan Ditjen Perkeretaapian untuk dapat menugaskan penyelenggara prasarana perkeretaapian guna melakukan perawatan dan mengoperasikan prasarana perkeretaapian” jelas Zamrides.
Lebih lanjut lagi, Direktur BPTJ itu juga menegaskan, studi kelaikan Stasiun Pondok Rajeg telah dilakukan oleh pihaknya sejak tahun 2020, dan dilanjutkan dengan desain stasiun, serta kajian lalu lintas pada tahun 2021.
Adapun untuk konstruksi, Kata Zamrides, dilaksanakan pada tahun 2022-2023 dan lingkup pekerjaan pada tahun 2022.
Meliputi pengangkatan track dan listrik aliran atas (LAA), yang digunakan untuk penyesuaian persyaratan kelandaian, serta pengembangan struktur bawah bangunan stasiun dan peron.
“Adapun untuk tahun 2023, lingkup pekerjaan meliputi pembangunan bangunan utama stasiun, struktur atas peron serta pekerjaan landscape yang meliputi pekerjaan arsitektur, akses jalan utama, jalur pedestarian dan fasilitas parkir,” ucap Zamrides.
Reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg yang dilakukan BPTJ ini, bertujuan untuk mengurai penumpukan penumpang di beberapa stasiun.
“Di antaranya Stasiun Cibinong, Stasiun Citayam dan juga Stasiun Depok serta mengurai kepadatan lalu lintas di Willayah Kecamatan Cilodong dan Kecamatan Pondok Rajeg,” tungkas Zamrides.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga