Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Keren, SMA Kosgoro Bogor Cetak MURI Perdananya, Bikin 4.000 Lilin Aromaterapi, Manfaatkan Minyak Jelantah hingga Crayon Anak TK

Rani Puspitasari Sinaga • Rabu, 31 Juli 2024 | 18:06 WIB
SMA Kosgoro Bogor cetak rekor MURI perdananya.
SMA Kosgoro Bogor cetak rekor MURI perdananya.

RADAR BOGOR - Hari ini, Rabu (31/7/2024), menjadi momen yang bersejarah bagi keluarga SMA Kosgoro Kota Bogor. Momen ulang tahun sekolah, mereka jadikan sebagai momen berkesan, dengan menciptakan rekor MURI.

Siapa yang tidak ingin punya cerita seru di masa SMA, yang diakui secara nasional, salah satunya dengan mencetak rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia). Seperti yang dilakukan SMA Kosgoro Kota Bogor.

Cerita itu kini menjadi pengalaman yang terus dibawa anak-anak SMA Kosgoro Kota Bogor. Sebab kemarin, mereka berhasil meraih MURI perdananya, karena membuat sebanyak 4.000 lilin aromaterapi.

Lilin aromaterapi itu dibuat oleh sebanyak 878 anak SMA Kosgoro, dibantu oleh anak-anak SMP dan SMK Kosgoro lainnya.

Ketua Tim MURI Siti Fitria menjelaskan, bahwa lilin aromaterapi yang mengantarkan mereka meraih MURI, dibuat anak-anak menggunakan sampah-sampah rumah tangga.

Ini adalah lanjutan dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dari kurikulum Merdeka Belajar, yang sudah diterapkan di SMA Kosgoro sejak pandemi.

Anak-anak SMA Kosgoro sudah lama dilantih membuat lilin aromaterapi, menggunakan minyak jelantah, yang dikumpulkan dari rumah masing-masing.

Biasanya, minyak jelantah itu ditukar dengan minyak goreng kemasan baru, yang sudah dibungkus berlabel SMA Kosgoro, sebagai imbalan penukaran tersebut.

Setelah dikumpulkan, barulah anak-anak praktik untuk pembuatan lilin aromaterapi itu.

“Ini sudah kami lakukan sejak pandemi, bahkan anak-anak juga sudah memberikan pelatihan ke warga di Kabupaten Bogor, bagaimana ibu-ibu di sana bisa kreatif, memanfaatkan minyak jelantah mereka di rumah,” jelas Fitria.

Berjalannya waktu, kata dia, sekolah ingin kreatifitas anak-anak mereka diapresiasi. Dan tercetuslah pemecahan rekor MURI itu.

Menurut Fitria, pencatatan rekor MURI memang ditujukan sekolah untuk mengapresiasi anak-anak, serta mengajarkan, bahwa apa yang mereka buat selama ini diapresiasi secara nasional.

Tentu hal ini menjadi suatu kebanggaan mereka nantinya, yang bisa dijadikan sebuah cerita berkesan, setelah mereka lulus nanti.

“Disamping sekalian kami merayakan ulang tahun SMA Kosgoro yang ke 36,” beber Fitira yang juga ketua sekolah penggerak SMA Kosgoro itu.

Makanya mengapa, kata dia, jumlah lilin yang dibuat mendekati umur SMA Kosgoro.

“Tadinya mau 1.000, tapi sudah ada. Jadilah sesuai umur sekolah, 3.600. Eh, tapi nanggung jadinya kami bulatkan menjadi 4.000 lilin,” tambahnya.

Terkait pembuatan lilinnya, Koordinator Adiwiyata SMA Kosgoro itu juga menyebut, bahwa tiap anak membuat minimal 3 lilin di sekolah, atau kelas masing-masing. Lalu dikumpulkan di aula.

Masing-masing kelas membawa kompor, minyak jelantah dan juga crayon sebagai pewarna lilin aromaterapinya, yang dikumpulkan dari rumah masing-masing, juga kerja sama dengan TK-TK sekitar sekolah.

Kepala SMA Kosgoro Herman Lasrin berharap, ini menjadi memori berkesan untuk anak-anak utamanya. Dia juga ke depan akan kembali mengajak guru-guru memikirkan gebrakan lainnya, yang bisa dijadikan momen bersejarah bagi semua civitas.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#SMA Kosgoro #bogor #muri