RADAR BOGOR - Perselisihan antara ormas terjadi di Jalan Raya Ciawi Bogor, yang ditengarai satu unit mobil milik anggota ormas BPPKB Banten yang ditahan oleh perusahaan leasing yang diduga dibackup oleh anggota ormas PP.
Akibatnya, satu warung kopi Saras di Jalan Raya Tajur, Bogor Selatan rusak akibat perselisihan antar ormas itu.
Kapolsek Ciawi Kompol Agus Hidayat mengatakan, bahwa kejadian itu berawal dari anggota BPPKB Banten yang mengaku mobilnya diamankan oleh debtcollector (DC) Adira Finance.
"Dia berasumsi bahwa Ormas Pemuda Pancasila (PP) turut serta membackup debtcollector Adira Finance," ungkapnya, Rabu (31/7).
Kemudian pada Senin (29/7) dilakukan pertemuan antara anggota BPPKB tersebut dengan perwakilan DC Adira Finance di warung kopi Saras, Jalan Raya Tajur, Bogor Selatan, Kota Bogor.
DC tersebut membenarkan bahwa mobilnya bermerk Agya warna putih telah diamankan dan disimpan di gudang Adira Finance, Tanggerang.
"Mendengar penjelasan tersebut yang bersangkutan dan Anggota BPPKB lainnya merasa tidak puas sehingga melakukan pengerusakan barang milik warung kopi Saras," jelas Kapolsek.
Situasi semakin panas saat orrmas PP Ranting Ciawi mendapat informasi bahwa ormas BPPKB Banten akan melakukan penyerangan di Jalan Rulita, Bogor Selatan pada Rabu (31/7) dini hari.
Kemudian lanjut Kapolsek Ciawi, pihaknya segera bergegas menuju ke lokasi san mendapati sekitar 40 orang laki-laki yang mengaku dari ormas BPPKB Banten.
"Lalu kami memediasi antar kedua belah pihak, dan terjalin komunikasi bahwa mereka hanya ingin mediasi bersama kolektor Ambon dari Adira Finance," tutur Kapolsek.
Lantaran lokasi kejadian berada di wilayah hukum Kota Bogor, Polsek Ciawi pun menyerahkan permasalahan tersebut ke Polsek Bogor Selatan, Kota Bogor.
"Masing-masing pimpinan ormas sudah meredam permasalahan tersebut dan situasi sampai saat ini terpantau aman dan kondusif," tandasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga