RADAR BOGOR - Gagal ginjal kini menjadi ancaman serius.
Tidak hanya menyasar orang tua, tetapi juga para anak-anak dan remaja.
Berdasarkan data RSUD Kota Bogor dan RSUD Cibinong, jumlah pasien yang melakukan cuci darah menunjukkan angka mengkhawatirkan.
Jumlah pasien cuci darah mencapai 1.767 pasien.
Perinciannya adalah 916 pasien cuci darah dirawat di RSUD Kota Bogor dan 851 pasien di RSUD Cibinong.
Apabila dibandingkan dengan data tahun 2013, terjadi kenaikan dua kali lipat pasien gagal ginjal yang dirawat di RSUD Kota Bogor.
Di tahun 2013 tercatat, ada 501 pasien cuci darah.
Terdiri dari 493 pasien dewasa dan delapan pasien anak.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Kota Bogor, dr Andy Prianto menuturkan, hal itu terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat.
Utamanya akibat konsumsi gula yang berlebihan.
“Sekarang banyak makanan cepat saji dan soft drink yang mudah didapatkan. Ini merubah pola hidup, terutama anak-anak,” ujarnya kepada Radar Bogor.
Konsumsi gula berlebih kata dia, menyebabkan penyakit diabetes.
Kondisi ini membuat pankreas bekerja lebih keras untuk menghasilkan insulin untuk metabolisme gula.
Jika terus diforsir maka mendorong terjadinya kerusakan pada pankreas dan ginjal (gagal ginjal).
Akibatnya, pasien dengan gagal ginjal mesti menjalani perawatan cuci darah (hemo dialisa) secara rutin setiap dua pekan sekali.
Untuk merawat ginjal perlu pola hidup sehat dan makanan yang sehat.
“Gagal ginjal bisa disebabkan makanan dan minuman yang terlalu banyak garam dan gula. Meskipun di samping itu juga dapat disebabkan kongenital, genetik, dan infeksi,” terang dia.
Oleh karena itu dr Andy mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga pola hidup, asupan makanan dan minuman ke dalam tubuh, dan senantiasa memeriksa kesehatan agar dapat mendeteksi sedari dini apabila ada gangguan.
Selain di RSUD Kota Bogor, kasus gagal ginjal juga cukup tinggi di RSUD Cibinong.
Saban bulan, lebih dari 100 pasien harus melakukan cuci darah.
Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Rohjayanti menjelaskan, salah satu penyebab penyakit gagal ginjal, lantaran penderita memiliki penyakit bawaan seperti halnya hipertensi.
“Namun kalau untuk remaja, itu biasanya karna gaya hidupnya yang tidak bisa dikendalikan. Misal terlalu banyak makan manis,” ucapnya.
Baca Juga: UNIDA Bogor Raih Peringkat 3 Anugerah Humas Diktikristek 2024, Siap-Siap ke Tingkat Selanjutnya
Sebenarnya penyakit gagal ginjal kata dia, terjadi lantaran tidak dikendalikannya gula darah dan hipertensi atau darah tinggi.
Oleh karenanya, dia menghimbau kepada anak anak muda untuk rajin berolahraga dan menjaga pola makan.
“Mumpung masih muda luangkan waktu sehari minimal 30 menit untuk olahraga dan tolong kurang kurangin makan makanan yang manis atau asin,”
tegasnya. (fat/cr1/d)