RADAR BOGOR-Tim BogorKab 23 yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T)Inovasi IPB University 2024, berhasil melaksanakan program kerja dengan nama KIRISILA (Kiara Ecotourism Village). Ini merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan Desa Kiarapandak, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor sebagai desa wisata.
Program kerja ini mulai dilaksanakan pada 15 Juli 2024 berupa penanaman 21 pohon pinus guna menambah keasrian. Hal ini juga sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya longsor, mengingat Desa Kiarapandak pernah terkena bencana pergeseran tanah dengan intensitas kerusakan yang sangat parah.
Selanjutnya, pelaksanaan akhir program kerja KIRISILA dilakukan dengan memasang beberapa fasilitas penunjang seperti papan penunjuk jalan, papan informasi, papan penunjuk fasilitas, dan spot foto untuk mempermudah pengunjung menikmati wisata yang ada.
Pemasangan ini dilakukan pada Minggu (28/7) pekan lalu. Berlokasi di Saung Akar Kiara, Kampung Wates, Desa Kiarapandak, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.
Salah satu hal yang menarik dari pemasangan fasilitas penunjang ini, yaitu salah satu spot foto merupakan hasil dari salah satu program kerja Dari Sampah Menjadi Karya (DAMKAR)yang dilakukan bersama para pelajar kelas IV dari SDN Kiarapandak 01, SDN Cipatat, dan MI Sirojul Athfal 02.
Adanya program kerja ini, bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mempraktekkan pengelolaan sampah menjadi sebuah karya.
Selain itu, pembuatan konten promosi juga dilakukan oleh tim KKN-T Inovasi IPB University dengan memanfaatkan platform digital berupa aplikasi TikTok dan Instagram. Menampilkan beberapa video serta footage untuk memperlihatkan keindahan yang ada di sekitar daerah Saung Akar Kiara guna menambah daya tarik wisatawan. Konten promosi dapat dilihat di Instagram : @saung.akar.kiara.
Koordinator Desa (Kordes) Kiarapandak, Astrida mengaku sangat berterima kasih kepada tim BogorKab 23 KKN-T Inovasi IPB University atas keberhasilannya dalam menjalankan program kerja ini. “Saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada semua pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan program ini. Harapannya masyarakat setempat dapat menjadi lebih sadar dan peduli terhadap pengolahan sampah-sampah terutama sampah plastik di lingkungan desa,” ujarnya, Kamis (1/8).
Sementara salah satu pengelola Saung Akar Kiara, Heri mengaku sangat berterima kasih atas bantuan dari tim KKN-T Inovasi IPB University ini. “Saya merasa sangat senang sekali, karena adanya bantuan ini dapat sedikit membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di sini. Terutama, dalam pencegahan tanah longsor dengan melakukan penanaman pinus,” bebernya.
“Harapannya, semoga apa yang telah dilakukan di sini semua dapat memberikan manfaat, khususnya pengelola Saung Akar Kiara, sehingga dapat menarik pengunjung lebih banyak lagi,” tutupnya. (*)
Editor : Muhammad Ruri Ariatullah